Produksi Opium Asia Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga berjalan di ladang bunga poppy berkembang di Negara Bagian Shan, Myanmar (27/1). Myanmar adalah produsen terbesar di dunia opium, bahan utama dalam heroin, hingga tahun 2002. AP/Gemunu Amarasinghe

    Seorang warga berjalan di ladang bunga poppy berkembang di Negara Bagian Shan, Myanmar (27/1). Myanmar adalah produsen terbesar di dunia opium, bahan utama dalam heroin, hingga tahun 2002. AP/Gemunu Amarasinghe

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski pengendalian narkoba terus digalakkan di kawasan Asia, budi daya opium sebagai bahan baku narkotika jenis heroin, nyatanya terus meningkat di beberapa wilayah. Temuan ini dimuat di World Drug Report 2014 yang diterbitkan oleh Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC). (Baca: PBB: Narkoba Bunuh 200 Ribu Orang Tiap Tahun)

    Seperti dikutip dari Xinhua, laporan yang diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional ini menyebutkan, budi daya opium di Afganistan telah melonjak sebesar 36 persen dari 154 ribu hektare pada tahun 2012 menjadi 209 ribu hektare pada tahun 2013. (Baca: Dilegalkan, Penggunaan Ganja AS Meningkat)

    Meski dilanda konflik bersenjata, negara ini masih menghasilkan sekitar 5.500 ton opium atau 80 persen dari produksi dari opium global. Budi daya opium di segitiga emas, Afganistan-Iran-Pakistan, kembali menggeliat sejak tahun 2006.

    Tingginya budi daya opium ini meningkatkan kekhawatiran penyalahgunaan heroin di sejumlah negara Asia seperti Cina, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. “Pasar narkoba di Asia Timur dan Asia Tenggara yang dinamis bisa berkembang secara signifikan,” kata Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara, Jeremy Douglas.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler:
    Mobilnya Terbalik, Kakek-Nenek Ini Malah Selfie
    Pembocor Rahasia di AS Kini Dilindungi UU
    Ledakan Bom di Ibu Kota Nigeria, 21 Orang Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?