Ledakan Bom di Ibu Kota Nigeria, 21 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi korban ledakan bom Emab Plaza dengan kantong mayat di Abuja, Nigeria, 25 Juni 2014. AP/Olamikan Gbemiga

    Petugas mengevakuasi korban ledakan bom Emab Plaza dengan kantong mayat di Abuja, Nigeria, 25 Juni 2014. AP/Olamikan Gbemiga

    TEMPO.CO, Abuja - Sebuah ledakan menghantam pusat perbelanjaan padat pengunjung di Ibu Kota Nigeria, Abuja, sehingga menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya.

    Hantaman bom yang berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2014, itu menyasar Emab Plaza saat puluhan orang sedang siap-siap menyaksikan pertandingan sepak bola antara tim nasional Nigeria dan timnas Argentina di pesawat televisi yang dijual di pertokoan.

    Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera, mereka melihat potongan tubuh korban berceceran di lantai pintu masuk mal. Selain menewaskan 21 orang, ledakan tersebut juga merontokkan bagian gedung dan menghancurkan sejumlah mobil yang diparkir di luar mal.

    Belum begitu jelas penyebab ledakan mematikan itu. Namun pelaku peristiwa pilu itu diduga adalah kelompok bersenjata Boko Haram yang pernah melakukan serangan dua kali di Abuja dalam kurun waktu sepuluh minggu. Pada April 2014, sebuah bom mobil meledak di terminal bus luar kota Nyanya yang menyebabkan 75 orang tewas. Serangan yang sama pada 1 Mei 2014 menewaskan 19 orang.

    Koresponden Al Jazeera, Yvonne Ndege, melaporkan dari Abuja, saat ini pihak berwajib sedang melakukan penyelidikan atas peristiwa ledakan tersebut dan petugas keamanan meningkatkan pengamanan di seluruh wilayah negara.

    "Petugas keamanan Nigeria sangat yakin mereka akan memenangi pertempuran melawan Boko Haram. Namun mereka mengakui serangan semacam ini sulit dihentikan," ujar Ndege.

    Ledakan pada Rabu, 25 Juni 2014, berlangsung hanya dua hari setelah polisi mengutuk perbuatan Boko Haram karena telah meledakkan sebuah institut kedokteran di Nigeria utara, Kota Kano, yang mengakibatkan setidaknya delapan orang mati.

    Boko Haram, yang bercita-cita mendirikan sebuah negara di utara Nigeria sekaligus menerapkan hukum Islam, mengaku tidak bertanggung jawab atas berbagai serangan. Namun mereka mengakui kelompoknya menolak pendidikan ala Barat.

    Kelompok garis keras yang mendapatkan kecaman dari dunia internasional sejak peristiwa penculikan 200 gadis sekolah pada April 2014 itu juga mengecam penculikan terhadap 60 perempuan dan 31 anak-anak dari sejumlah desa di timur laut Nigeria selama tiga hari: Kamis, Jumat, dan Sabtu.

    Pada Sabtu, 21 Juni 2014, beberapa pejuang Boko Haram menyerang empat desa dekat Chibok di negara bagian Borno, tak jauh dari perbatasan Kamerun. Dalam serangan teresebut, sejumlah saksi mata menuturkan setidaknya 33 warga desa dibunuh dan 20 pejuang Boko Haram tewas.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita lainnya:
    15 Fakta Warren Buffett, Investor Terkaya di Dunia  
    Ditahan, Dua Pejabat Kementan Dicopot Suswono  
    FSRU Lampung Alirkan Gas ke Industri

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.