Wapres AS Dituding Berbohong Soal Penghasilan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Biden. AP/Carolyn Kaster

    Joe Biden. AP/Carolyn Kaster

    TEMPO.CO, Washington - Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, digunjing media negeri itu terkait pendapatan yang diperolehnya. Semua bermula dari pernyataannya dalam White House Summit on Working Families kemarin, dimana ia blak-blakan soal keuangan rumah tangganya.

    "Saya tidak memiliki satupun saham atau obligasi, saya juga tidak memiliki rekening tabungan," katanya. Biden selama ini dikenal sebagai politisi kelas pekerja Demokrat dari Delaware yang beberapa periode duduk di Senat AS.

    Ini sebabnya, media tak yakin ia tak memiliki tabungan. Harian New York Post dalam laporannya, mempertanyakan pengakuan Biden. Mengutip sebuah sumber, media ini menyatakan pada pertangahan tahun kalender 2013, ia diketahui memiliki simpanan sebesar mulai US$ 1.000 hingga US$ 15 ribu di tabungan bersama senat di Federal Credit Union. Ia juga memiliki dua rekening giro di SunTrust dan M & T Bank.

    Istrinya, Jill, diketahui memiliki beberapa tabungan dan investasi juga. Wanita ini  menjadi guru di negara asal mereka di Delaware dan kini menjadi menjadi wakil direktur sebuah lembaga pendidikan tinggi di Northern Virginia.

    Ia diketahui memiliki simpanan antara US$ 50.001 sampai US$ 100 ribu dalam bentuk deposito di Wilmington Savings Fund Society. Ia juga memiliki simpanan senilai US$ 50.001 sampai US$ 100.000 di Deferred Compensation Fidelity Freedom Fund Delaware.

    Meski kecil, Jill juga berinvestasi di Invesco VI Global Health Care, Dreyfus IP Technology Growth, Guggenheim Investments High Yield, Janus Aspen Enterprise, Janus Aspen Janus Portfolio, Legg Mason Western Asset Variable Global High Yield Bond, MFS VIT Utilities, Guggenheim VT Styleplus Mid-Growth, dan Commonwealth of Virginia Cash Match Fund.

    Sejauh ini, belum ada pernyataan dari perwakilan Biden terkait berita ini.

    NEW YORK POST | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.