Pengadilan Mesir Hukum Penjara Wartawan Al Jazeera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan Al Jazeera  (dari kiri)  Baher Mohamed, Peter Greste, dan Mohammed Fahmy, diadili di Kairo, Mesir, (1/6). Ketiganya dituduh membantu Al-Ikhwan Al-Muslimun. REUTERS/Asmaa Wagui

    Wartawan Al Jazeera (dari kiri) Baher Mohamed, Peter Greste, dan Mohammed Fahmy, diadili di Kairo, Mesir, (1/6). Ketiganya dituduh membantu Al-Ikhwan Al-Muslimun. REUTERS/Asmaa Wagui

    TEMPO.CO, Kairo - Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada tiga wartawan Al Jazeera yang dituduh bersalah menyebarkan berita palsu dan terlibat dengan "organisasi teroris". Mereka yang dijatuhi hukuman adalah warga Australia, Peter Greste, dan warga negara Kanada-Mesir, Mohamed Fahmy, yang menjabat sebagai Kepala Biro Al Jazeera berbahasa Inggris.

    Seorang lainnya adalah Baher Mohamed, produser Al Jazeera berkewarganegaraan Mesir. Baher divonis hukuman tambahan selama tiga tahun atas dakwaan terpisah, termasuk tuduhan kepemilikan senjata. (baca juga: Pengadilan Mesir Hukum Mati Polisi)

    Pengadilan Mesir juga menjatuhkan vonis kepada sebelas terdakwa jurnalis lainnya secara in absentia dengan hukuman 10 tahun penjara. "Saya bersumpah mereka akan membayar ini," teriak Mohamed Fahmy dengan nada marah setelah hakim membacakan putusan, seperti dilansir The Guardian, Senin, 23 Juni 2014.

    Ketiga terdakwa akan mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Mesir, meskipun mereka tidak percaya atas sistem peradilan di negara itu. "Semuanya sudah rusak di sini," kata Adel, salah satu keluarga Fahmy.

    Tiga wartawan Al Jazeera ditahan di Mesir sejak 29 Desember lalu atas tuduhan menyebarkan berita palsu dan memiliki hubungan dengan organisasi teroris, Ikhwanul Muslimin. Namun, ketiganya dengan tegas menolak tuduhan tersebut. (baca: Sidang Wartawan Al Jazeera Ditunda Lagi)

    Jaksa penuntut berkukuh mereka berkolusi dengan Al-Ikhwan, kelompok pendukung utama presiden Muhammad Mursi yang digulingkan pada 3 Juli lalu. Mereka disebut telah menggambarkan situasi Mesir dalam kondisi perang saudara. (baca; Mesir Adili 13 Tersangka Pelecehan Seksual)

    Pemerintah Inggris mengaku kecewa dengan vonis Pengadilan Mesir tersebut. Duta Besar Inggris untuk Mesir, James Watt, mengatakan putusan tersebut berbanding terbalik dengan keinginan warga Mesir untuk menjadi negara demokrasi.

    "Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan. Tanpa kebebasan pers tidak ada dasar untuk demokrasi," kata James Watt.

    REUTERS | THE GUARDIAN | ROSALINA

    Berita lain:
    Dirampok, Caddy Golf Melawan dengan Tendangan Maut
    Rapor Merah DKI, Jokowi Diminta Mundur
    Kejanggalan Pembunuhan di Rumah Tentara Bandung
    Midnight Sale, Pengunjung Serbu Sepatu dan Tas
    Ini Tip Midnight Sale dari Pengusaha Mal
    Tip Hindari Kehabisan Tenaga Saat Midnight Sale
    Harga Kopi Starbucks Naik Satu Dolar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.