ISIL Rebut Kota-kota di Irak, 21 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan, yang telah bergabung dengan pasukan militer Irak untuk memerangi gerilyawan Sunni dari kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) yang telah mengambil alih Mosul, berlatih di Karbala, Baghdad, Irak, 19 Juni 2014. REUTERS

    Relawan, yang telah bergabung dengan pasukan militer Irak untuk memerangi gerilyawan Sunni dari kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) yang telah mengambil alih Mosul, berlatih di Karbala, Baghdad, Irak, 19 Juni 2014. REUTERS

    TEMPO.COBagdad - Militan Sunni, Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL), berhasil merebut beberapa kota Irak di sebelah barat dan menyebabkan 21 orang tewas.

    Ini adalah serangkaian peristiwa terbaru ketika pasukan pemerintah Irak terpukul mundur dalam upaya untuk mempertahankan wilayah. Serangan para militan pemberontak yang sangat gencar menimbulkan kekhawatiran bahwa Irak akan terpecah belah. (Baca: Milisi ISIS Klaim Membunuh 1.700 Warga Irak)

    Para militan ISIL berhasil merebut Kota Rawa dan Ana setelah lebih dulu menguasai Al-Qaim, wilayah perbatasan Suriah, pada Sabtu kemarin. Dalam serangan dua hari merebut kota-kota tersebut, 21 pemimpin lokal di wilayah Rawa dan Ana tewas ditembak oleh militan ISIL.

    ISIL memiliki ambisi besar untuk mendirikan sebuah kekhalifahan Islam yang terbentang dari Suriah hingga Irak, basis kekuatan utama mereka dalam pemberontakan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

    Washington menginginkan negara-negara Arab untuk memberi tekanan kepada pemimpin Irak agar mempercepat pembentukan pemerintah. Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan bahwa ISIL bisa menyebar ke negara-negara tetangga dan menimbulkan ancaman jangka menengah dan panjang bagi Amerika Serikat. (Baca: Setelah Mosul, ISIL Kuasai Kota Tikrit.) "Kita semua harus waspada," kata Barack Obama dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, seperti dilansir Channel News Asia, Senin, 23 Juni 2014.

    Obama juga mengingatkan bahwa serangan yang dilakukan ISIL dapat menggoyahkan negara lain dan bisa meluas ke beberapa negara sekutu mereka. "Mereka terlibat dalam perang Suriah di mana-mana. Mereka bisa mengumpulkan lebih banyak senjata dan sumber daya," ujarnya.

    Dengan jatuhnya Kota Al-Qaim, ISIL telah menguasai tiga perbatasan yang biasa digunakan untuk menyeberang ke Suriah dan Yordania.

    CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Terpopuler
    Pejabat Australia Temukan Lokasi Baru MH370
    Buku Baru Ungkap 'Perang Dingin' Obama-Clinton
    Pernah Kalah Debat, Obama Terpilih Jadi Presiden
    Malaysia Tolak Banding Penggunaan Kata 'Allah'





     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.