Kapal TKI Karam di Malaysia, Puluhan Orang Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal penyelamat berusaha memasukkan oksigen ke dalam badan kapal feri

    Kapal penyelamat berusaha memasukkan oksigen ke dalam badan kapal feri "Sewol" yang tenggelam di Jindo, Korsel (18/4). REUTERS/Yonhap

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Sebuah kapal tongkang yang mengangkut tenaga kerja asal Indonesia dikabarkan karam di perairan Sungai Air Hitam, Kuala Langat, Malaysia, Rabu dinihari, 18 Juni 2014. Kapal yang berangkat dari daerah Banting, Kuala Langat, menuju Aceh tersebut diperkirakan membawa penumpang sebanyak 97 orang.

    "Kami mendapat informasi dari Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) bahwa ada kapal yang diperkirakan mengangkut pekerja asal Indonesia tenggelam di perairan Kuala Langat," kata Sekretaris III Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Alia Fitrati, Rabu, 18 Juni 2014. (Baca: 300 TKI Terancam Hukuman Mati)

    Dari informasi yang diberikan pihak APMM, kata Alia, 31 orang berhasil diselamatkan. APMM mengirim kapal penyelamat. "Rinciannya 26 laki-laki, 4 orang perempuan dan seorang anak kecil," ujar Alia.

    KBRI masih berusaha untuk bertemu langsung dengan para korban yang berhasil diselamatkan APMM. "Kami sedang berkoordinasi dengan APMM untuk menemui para korban selamat. Informasi terakhir saat ini mereka sudah dibawa ke imigrasi Malaysia," Alia menjelaskan.

    Sementara itu, beberapa media Malaysia mengabarkan perkembangan terakhir pencarian korban, APMM berhasil menyelamatkan 66 korban. Mereka masih melanjutkan upaya pencarian. (Baca: Terseret Ombak, TKI Lumajang Tewas di Hong Kong)

    Ada dugaan kapal ini mengangkut TKI ilegal. Alasannya, kapal ini melintasi jalur tikus.

    MASRUR (KUALA LUMPUR)

    Berita Lain
    Survei: Capres Sederhana Lebih Disukai Pemilih
    Suciwati: Penjahat Tak Bisa Jadi Pahlawan
    KPK: Bupati Biak Ditangkap di Hotel Akasia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?