Junta Thailand Beri Tiket Film Gratis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing duduk di kendaraan tentara Thailand di sebuah jalan di pusat kota usai pengumuman berlakunya darurat militer di Bangkok, Thailand (20/5). Militer menetapkan darurat militer di wilayah Thailand setelah enam bulan krisis politik dan aksi demo yang merenggut 28 nyawa. (Rufus Cox/Getty Images)

    Turis asing duduk di kendaraan tentara Thailand di sebuah jalan di pusat kota usai pengumuman berlakunya darurat militer di Bangkok, Thailand (20/5). Militer menetapkan darurat militer di wilayah Thailand setelah enam bulan krisis politik dan aksi demo yang merenggut 28 nyawa. (Rufus Cox/Getty Images)

    TEMPO.CO, Bangkok - Meskipun merenggut kebebasan warga, ternyata junta Thailand masih mau "berbagi kebahagiaan". Selain memberikan jasa potong rambut dan mengadakan festival musik, kali ini junta membagikan tiket film gratis untuk warga demi menenangkan hati dan pikiran sejak kudeta berlangsung. (Baca: Thailand Kerahkan Militer untuk Tangkal Demonstran)

    Namun, tiket ini bukan untuk X-men, Godzilla, atau film box office lainnya, melainkan film The Legend of King Naresuan Part V. Dikutip dari The Guardian, Selasa, 17 Juni 2014, film ini mengisahkan Raja Naresuan Agung yang memerintah Siam, sebutan Thailand zaman dulu, pada 1590 sampai 1605. Film ini kental dengan nuansa nasionalis dan menitikberatkan fokus pada tema pengorbanan dan cinta patriotik.  (Baca: Redam Demonstran, Thailand Blokir Facebook)

    "Kita perlu warga Thailand untuk memahami pengorbanan yang dibuat oleh raja masa lalu. Jadi, rasa cinta dan harmoni akan dirasakan oleh warga Thailand setelah bertahun-tahun terjadi perpecahan politik," kata juru bicara junta, seperti dilaporkan Reuters, Rabu, 18 Juni 2014.

    Sebelumnya, junta Thailand juga memberikan layanan pangkas rambut gratis dalam kampanye yang bertajuk "Kebahagiaan" pada 5 Juni lalu. Dalam kampanye itu juga digelar festival musik untuk menghibur warga.

    Situasi Thailand memang memanas sejak junta militer mengambil alih pemerintahan Thailand pada 22 Mei lalu. Sejumlah siaran radio dan televisi dilarang tayang serta diberlakukan jam malam di seluruh Thailand. Ratusan pejabat politik pun, termasuk mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, ditangkap.

    RINDU P HESTYA | REUTERS | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    ISIS yang Ambil Alih Kota di Irak, Siapa Mereka?
    Wanita Ini Jual Jasa Prostitusi di Perpustakaan
    Habis Bunuh Istri, Pria Ini Tonton Piala Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.