Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengencangkan sambungan katup di pipa fasilitas penyimpanan gas bawah tanah di Striy, Ukraina, 21 Mei 2014. REUTERS/Gleb Garanich

    Pekerja mengencangkan sambungan katup di pipa fasilitas penyimpanan gas bawah tanah di Striy, Ukraina, 21 Mei 2014. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia akan menghentikan pasokan gas ke Ukraina setelah batas waktu pembayaran telah lewat dan negosiasi kedua negara gagal mencapai kesepakatan soal harga gas dan tagihan yang belum dibayar.

    Sergei Kupriyanov, juru bicara perusahaan gas pemerintah Rusia, Gazprom, mengatakan Moskow tidak memiliki dasar hukum untuk memasok gas ke Ukraina lagi mulai Senin ini.

    “Gazprom hanya memasok gas ke Ukraina dalam jumlah yang telah dibayarkan, dan jumlah yang telah dibayar adalah nol,” kata Kupriyanov seperti dikutip Associated Press, Senin, 16 Juni 2014.

    Dia menambahkan, pasokan ke Eropa akan diteruskan seperti yang sudah direncanakan dan Ukraina memiliki kewajiban untuk memastikan aliran gas mencapai pelanggan-pelanggannya di Eropa.

    Gazprom telah memberitah Komisi Eropa ihwal “kemungkinan adanya gangguan dalam pengiriman gas” jika Ukraina memutuskan mengalihkan pengiriman gas.

    Gazprom memberikan penawaran kepada Presiden Ukraina terguling, Viktor Yanukovych, harga diskon US$ 268,50 per seribu meter kubik setelah dia batal menandatangani perjanjian ekonomi dan politik dengan Uni Eropa. (Baca: Swiss Bekukan US$ 190 Juta Milik Viktor Yanukovych)

    Namun potongan harga tersebut dibatalkan pada 1 April lalu, dan harga dinaikkan menjadi US$ 485 per seribu meter kubik setelah Yanukovyh digulingkan. Rusia lalu menawarkan US$ 385, namun Ukraina berkeras pada harga lama yang telah diberi potongan.

    Selama ini Gazprom menoleransi keterlambatan pembayaran, hingga Ukraina berutang US$ 4,458 miliar untuk pasokan gas tahun lalu hingga tahun ini.

    Kiev menuntut pembayaran sebesar US$ 1,95 miliar untuk tagihan jatuh tempo yang harus dibayarkan paling lambat pada Senin ini pukul sembilan pagi waktu Kiev.

    ASSOCIATED PRESS | ROSALINA

    Berita Terpopuler :
    Putra Prabowo Mengaku Tak Pernah Dikritik Ayahnya
    Manning: Sejak Awal Publik Dibohongi soal Irak
    Jokowi Dianggap Terlalu Banyak Mengulang KJP-KJS
    Sony Xperia M2, Ponsel Hiburan Bergaya Premium
    Penulis Buku MH370: Pesawat Sengaja Dilenyapkan
    Profil Penumpang Garuda yang Meninggal di Udara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.