Ikuti Pemilu, Jari 11 Warga Afganistan Dipotong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamid Karzai mengikuti Pemilu di Afganistan (18/9). AP/Musadeq Sadeq

    Hamid Karzai mengikuti Pemilu di Afganistan (18/9). AP/Musadeq Sadeq

    TEMPO.CO, Kabul – Sebanyak sebelas orang, termasuk petugas pemilu, tewas di Afganistan ketika sebuah bom pinggir jalan yang menargetkan bus yang mengangkut mereka meledak pada Sabtu malam, 14 Juni 2014, saat pemungutan suara pemilu putaran kedua ditutup.

    “Tiga pekerja Komisi Independen Pemilu (IEC) dan dua pengamat dari tim capres Abdullah Abdullah berada di antara para korban,” kata Khairullah Anosh, Gubernur Provinsi Samangan, kepada Reuters, Ahad, 15 Juni 2014.

    Menurut data Reuters, kematian sebelas orang ini menambah korban pemilu menjadi 31 orang. Sebelas di antara mereka bahkan dipotong jarinya oleh Taliban sebagai hukuman karena telah memberikan suara. Jari yang dipotong ini adalah jari yang dicelup ke tinta sebagai tanda telah memberikan suara. (Baca: Jelang Pilpres, Bandara Kabul Dihujani Roket)

    Lebih dari 7 juta warga Afganistan memberikan suara mereka dalam pilpres putaran kedua pada Sabtu kemarin. Pemilihan ini akan menentukan apakah mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah atau mantan ekonom Bank Dunia Ashraf Ghani Ahmadzai yang akan menggantikan Presiden Hamid Karzai.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Manning: Sejak Awal Publik Dibohongi soal Irak
    Pria Ini Menelan Blackberry
    Penulis Buku MH370: Pesawat Sengaja Dilenyapkan

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.