Manning: Sejak Awal Publik Dibohongi soal Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bradley Manning. ( AP Photo/Jose Luis Magana)

    Bradley Manning. ( AP Photo/Jose Luis Magana)

    TEMPO.CONew York -- Tentara Amerika Serikat yang ditahan karena membocorkan ribuan dokumen rahasia ke Wikileaks memperingatkan warga Amerika untuk tidak mau lagi dibohongi pemerintahnya soal Irak.

    Chelsea Manning divonis 35 tahun penjara atas tuduhan mata-mata dan pelanggaran lain karena memberikan 700 ribu dokumen rahasia, termasuk kabel diplomatik dan file intelijen militer ke situs Wikileaks.

    “Saya paham tindakan saya melanggar hukum. Akan tetapi, keprihatinan yang memotivasi saya untuk melakukannya belum selesai,” kata tentara yang sebelumnya dikenal sebagai Bradley Manning, dalam tulisan opininya yang dipublikasikan di New York Times.

    “Saat di Irak meletus perang sipil, dan Amerika lagi-lagi mempertimbangkan intervensi, urusan yang belum selesai memberikan urgensi baru kepada pertanyaan, bagaimana militer Amerika Serikat mengendalikan liputan media dalam keterlibatan panjang di sana dan Afganistan,” tulisnya.

    Pekan ini Presiden Barack Obama mengatakan dia sedang mempertimbangkan segala opsi untuk menghentikan serangan militan hingga mendekat 80 kilometer ke arah Baghdad, tapi menepis kemungkinan kembalinya pasukan Amerika Serikat ke Irak.

    Obama juga mendapat serangan kritik dari Partai Republik akibat kegagalan pasukan keamanan Irak, yang dilatih dan dipersenjatai Washington dengan menghabiskan miliaran dolar sebelum menarik pasukan mulai 2011.

    Di lain pihak, militer AS optimistis pada pemilu Irak 2010 memperlihatkan bahwa pemilu mendorong stabilitas dan demokrasi ke negara itu, "Bagi kami yang ditempatkan di sana sangat menyadari realitas lebih rumit," tulis Manning.

    "Laporan militer dan diplomatik datang di meja saya, memaparkan secara rinci penumpasan brutal terhadap para pembangkang politik oleh Kementerian Dalam Negeri dan polisi federal Irak, atas nama Perdana Menteri Nuri Al-Maliki. Para tahanan sering disiksa atau bahkan dibunuh," dia menambahkan.

    Manning, seorang mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, mengatakan dia terkejut dengan keterlibatan militernya dalam korupsi pemilu itu. Namun, dia mengaku heran karena hal itu tidak terendus media Amerika.

    Menurut Manning, pembatasan kebebasan pers dan kerahasiaan pemerintah yang berlebihan menyebabkan warga Amerika tidak dapat memahami apa yang terjadi dalam perang-perang yang mereka danai.

    Manning ditahan di penjara Fort Leavenworth, Kansas,  dan minta namanya diganti dari Bradley ke Chelsea, setelah pengadilan militer mengungkapkan gejolak emosi atas identitas seksualnya. Jenderal Amerika Serikat menolak mengampuni Manning, April lalu.

    NEWSMAX | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.