Keluarga Korban MH370 Dapat Santunan Rp 588 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Angkatan Udara (RAAF) AP - 3C Orion Royal Australian terbang melewati kapal angkatan laut Inggris HMS Echo di Samudra Hindia selatan saat melakukan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Australian Defence Force

    Sebuah pesawat Angkatan Udara (RAAF) AP - 3C Orion Royal Australian terbang melewati kapal angkatan laut Inggris HMS Echo di Samudra Hindia selatan saat melakukan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Australian Defence Force

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Tujuh anggota keluarga penumpang pesawat MH370 yang hilang akan mendapatkan santunan US$ 50 ribu atau sekitar Rp 588 juta dari pemilik maskapai penerbangan Malaysia Airlines.

    Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia yang ditunjuk menangangi masalah kecelakaan kendaraan udara ini, Hamzah Zainuddin, mengatakan seluruh kompensasi akan diberikan kepada anggota keluarga korban setelah seluruh isu soal pesawat tersebut selesai.

    "Apakah pesawat berhasil ditemukan atau tidak, kami akan tetap mengumumkan masalah santunan," ujarnya dalam acara jumpa pers di Putrajaya, Kamis, 12 Juni 2014.

    Sebagaimana diwartakan kantor berita Associated Press, Zainuddin mengatakan kepada wartawan bahwa tujuh anggota keluarga korban, terdiri atas enam warga negara Malaysia dan seorang dari Cina, telah mengajukan tuntutan ganti rugi. Sedangkan 40 anggota keluarga yang berasal dari Cina masih dicek kebenarannya oleh pemerintah Cina.

    Pencarian burung besi Boeing 777 yang telah berlangsung beberapa bulan ternyata gagal mendeteksi keberadaan maskapai pengangkut 239 penumpang sejak hilang dari pantauan radar pada 8 Maret 2014. Pesawat berpenumpang mayoritas warga negara Cina itu bertolak dari Kuala Lumpung menuju Beijing.

    Sejauh ini tidak ada tanda-tanda ditemukan bangkai pesawat MH370, meskipun tim penyelamat dari berbagai negara telah mencarinya, baik melalui udara, laut, maupun darat. Anggota keluarga penumpang MH370 menolak berbagai keterangan versi pemerintah. Mereka tetap menginginkan upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan menemukan keluarga yang mereka cintai dalam keadaan hidup.

    Pada Rabu, 11 Juni 2014, sekitar 20 anggota keluarga penumpang dari Cina mendatangi kantor perwakilan Malaysia Airlines di Beijing untuk mendapatkan informasi. "Mohon berikan informasi yang benar kepada kami. Katakan kepada kami bahwa seluruh anggota keluarga tercinta kami ditemukan," kata Dai Shuqin, salah satu anggota keluarga penumpang MH370.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Lain:
    Smartphone Mozilla Rp 295 Ribu Hadir di Akhir 2014
    Uji Coba ke-26, Pelatih: Timnas U-19 Makin Bagus
    Petir Bubarkan Pidato Pengukuhan Guru Besar SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?