Menlu RI Bertemu Duta Pengungsi PBB Angelina Jolie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Amerika Serikat Angelina Jolie, sebagai Utusan Khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi pada acara 'End Sexual Violence in Conflict' di London (13/6). AP/Lefteris Pitarakis

    Aktris Amerika Serikat Angelina Jolie, sebagai Utusan Khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi pada acara 'End Sexual Violence in Conflict' di London (13/6). AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, London – Indonesia mendorong gerakan global untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di daerah konflik bersenjata. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam pertemuan Global Summit to End Sexual Violence in Conflict di London, Inggris, 12-13 Juni 2014.

    Marty juga bertemu dengan artis sekaligus Duta Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi, Angelina Jolie, yang membuka forum global melawan kekerasan seksual dalam konflik itu.

    “Indonesia mendorong adanya sebuah pendekatan bersama dalam menangani isu tersebut melalui empat langkah konkret, yakni pencegahan, deteksi dini, perlindungan, serta tindakan hukum dan pemberian keadilan bagi para korban,” kata Marty.

    Menurut Marty, keempat langkah tersebut penting guna mensinergikan dan mengefektifkan upaya nyata bersama negara-negara dalam mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

    Dia juga menggarisbawahkan pentingnya misi penjaga perdamaian dalam upaya menangani kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

    Sebagai yang terdepan dalam menjaga perdamaian di daerah konflik, menurut dia, pasukan penjaga perdamaian harus memiliki kapasitas untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

    Indonesia, sebagai salah satu negara kontributor pasukan penjaga perdamaian PBB, telah mengintegrasikan nilai-nilai dan pengetahuan HAM serta hukum humaniter kepada pasukan penjaga perdamaian Indonesia.

    Indonesia adalah salah satu dari 14 negara penggagas Preventing Sexual Violence Initiative (PSVI), sebuah inisiatif global untuk mencegah dan mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik bersenjata. Global Summit dihadiri oleh kurang-lebih 2.000 peserta dari 114 negara, yang terdiri atas dua kepala negara, 70 menteri, ratusan pakar, dan sejumlah peserta lainnya.

    Global Summit sendiri merupakan tindak lanjut dari deklarasi Global Commitment to End Sexual Violence in Conflict yang ditetapkan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-68 di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2013. Deklarasi diluncurkan sebagai komitmen negara-negara yang berfokus pada upaya pencegahan, dokumentasi dan investigasi, serta pemberian keadilan kepada korban tindak kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

    Sebelum pertemuan Global Summit di London ini, Indonesia telah memprakarsai pernyataan bersama dengan Filipina dan Timor Leste mengenai kontribusi kawasan Asia Tenggara dalam upaya global pencegahan kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.