Pemilik Feri Sewol Jadi Buronan Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal nelayan dan helikopetr berusaha menyelamatkan penumpang kapal feri

    Kapal nelayan dan helikopetr berusaha menyelamatkan penumpang kapal feri "Sewol" yang tenggelam di perairan Korea Selatan (16/4). 338 dari 470 penumpang feri adalah pelajar dan guru yang sedang tur. REUTERS/Yonhap

    TEMPO.COSeoul – Ribuan polisi Korea Selatan dikerahkan untuk mencari pria yang diduga terkait dengan kecelakaan feri Sewol pada April lalu. Operasi besar-besaran ini terjadi setelah Presiden Park Geun-hye mendesak polisi dan jaksa agar lebih meningkatkan perburuan nasional untuk mencari Yoo Byung-eun, 72 tahun.

    Menurut laporan Channel News Asia hari ini, seorang juru bicara kepolisian Provinsi Gyeonggi mengatakan setidaknya ada 6.000 polisi yang diterjunkan untuk mencari pemimpin Chonghaejin Marine Co, yakni perusahaan yang mengoperasikan feri Sewol yang tenggelam pada 16 April lalu itu.

    Yoo dicari untuk dimintai sejumlah keterangan mengenai musibah yang menewaskan lebih dari 300 orang tersebut. Dia dicurigai atas tuduhan penggelapan serta kelalaian kriminal akibat kurangnya standar keselamatan dan pelanggaran peraturan sehingga menyebabkan kapal seberat 6.825 ton ini tenggelam. (Baca: Kapten dan 15 Kru Kapal Korea Selatan Diadaili)

    Pencarian Yoo sudah digalakkan sejak tiga minggu lalu. Namun hasilnya nihil. Banyak yang menduga ia telah melarikan diri ke luar negeri. Untuk membantu penangkapan, jaksa Korea Selatan telah menawarkan hadiah 500 juta won atau sekitar Rp 5,7 miliar untuk informasi keberadaannya dan 100 juta won atau sekitar Rp 1,1 miliar untuk informasi mengenai keberadaan putranya, Yoo Dae-kyun, yang juga diduga terlibat dalam musibah ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Cari MH370, Australia Sudah Habis Rp 1 Triliun
    Atlet Senam Rumania Beralih Jadi PSK
    Knesset Pilih Presiden Israel Baru

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.