3.000 Tahanan 'Dibebaskan' dari Penjara Irak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. gizmodo.com

    Ilustrasi. gizmodo.com

    TEMPO.COMosul – Kota Mosul, Irak, telah berada di bawah kontrol militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL). Mereka menguasai gedung pemerintahan, penjara, stasiun televisi, dan pangkalan militer Ghizlani di selatan Mosul. Bahkan, mereka juga melepaskan para narapidana yang berada di sana.

    Menurut laporan Associated Press, Selasa, 10 Juni 2014, kelompok militan Sunni yang terkait dengan jaringan Al-Qaeda ini membebaskan 1.400 tentara dari penjara-penjara kota. (Baca: Militan Irak Kuasai Kota Mosul)

    Sementara itu, menurut akun Twitter pro-ISIL, seperti dikutip Al Jazeera, militan ini telah membebaskan 3.000 tahanan dari tiga penjara. Dengan bersenjatakan senapan mesin, roket anti-pesawat terbang, dan peluncur granat, mereka berhasil melumpuhkan penjaga.

    Mosul, ibu kota Provinsi Nineveh yang berjarak sekitar 350 kilometer sebelah utara Bagdad menjadi kota kedua yang dikuasai pemberontak ISIL tahun ini. Sebelumnya, mereka berhasil merebut Kota Falujjah dari tangan pemerintah Irak. (Baca: Perang di Falujjah, Ribuan Warga Irak Mengungsi)

    ANINGTIAS JATMIKA | AP | AL JAZEERA

    Terpopuler
    Cari MH370, Australia Sudah Habis Rp 1 Triliun
    Atlet Senam Rumania Beralih Jadi PSK
    Knesset Pilih Presiden Israel Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.