Cari MH370, Australia Sudah Habis Rp 1 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Angkatan Udara (RAAF) AP - 3C Orion Royal Australian terbang melewati kapal angkatan laut Inggris HMS Echo di Samudra Hindia selatan saat melakukan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Australian Defence Force

    Sebuah pesawat Angkatan Udara (RAAF) AP - 3C Orion Royal Australian terbang melewati kapal angkatan laut Inggris HMS Echo di Samudra Hindia selatan saat melakukan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Australian Defence Force

    TEMPO.COCanberra - Setelah pemerintah Malaysia mengungkap biaya yang dihabiskan untuk mencari pesawat Malaysia Airlines MH370, kini giliran pemerintah Australia yang buka-bukaan mengenai hal tersebut. Rupanya, dana yang dialokasikan Negeri Kanguru jauh lebih besar. (Baca: Cari pesawat MH370, Malaysia Rogoh Rp 101 Miliar)

    Dikutip dari laman Daily Mail hari ini, pemerintah Australia telah mengalokasikan dana sebesar US$ 90 juta atau sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini 10 kali lipat lebih tinggi daripada pengeluaran Malaysia, yang hanya  27,6 juta ringgit atau US$ 8,6 juta (sekitar Rp 101 miliar).

    “Hal ini wajar, mengingat pesawat itu diperkirakan berada di perairan yang menjadi tanggung jawab kami, dan kami tidak iri akan hal itu,” kata Joe Hockey, bendahara federal Australia, kepada wartawan pada Selasa, 10 Juni 2014 pagi.

    Menurut jadwal yang telah disepakati, hari ini pejabat Malaysia dan Australia akan melakukan pembicaraan mengenai MH370 di Canberra. Kedua negara ini akan membahas langkah selanjutnya dalam pencarian pesawat yang mengangkut 239 orang tersebut, termasuk membahas masalah pendanaan operasi pencarian.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Makan Bareng Miliarder, Pria Ini Rogoh Rp 25 Miliar
    Jembatan 'Gembok Cinta' Paris Ambruk 
    Hillary Mengaku Bangkrut Saat Tinggalkan Gedung Putih
       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.