Hillary Mengaku Bangkrut Saat Tinggalkan Gedung Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bill Clinton dan istrinya Hillary Clinton. REUTERS/Carlo Allegri

    Bill Clinton dan istrinya Hillary Clinton. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, New York - Menjadi orang nomor satu di negara adidaya tak serta-merta membuat seseorang menjadi kaya raya. Setidaknya itulah yang diungkap mantan ibu negara Hillary Clinton dalam wawancaranya dengan Diane Sawyer di stasiun televisi ABC.

    Dalam acara itu, Hillary Clinton mengungkapkan bahwa dirinya dan mantan presiden Bill Clinton dalam kondisi bangkrut ketika mereka meninggalkan Gedung Putih. Selama satu tahun terakhir mereka di Gedung Putih, New York Daily News melaporkan, Clinton memperoleh US$ 416.039. Namun uang sebanyak itu tidak cukup untuk menutupi utang dan biaya pendidikan anak semata wayang mereka, Chelsea Clinton.

    "Kami keluar dari Gedung Putih tidak hanya bangkrut, tetapi juga dalam kondisi berutang," kata Hillary Clinton kepada Sawyer. "Kami tidak punya uang saat itu, dan kami mencoba mengumpulkannya untuk membayar hipotek, rumah, untuk pendidikan Chelsea. Kau tahu, itu tidak mudah."

    Menurut Mother Jones, tepat sebelum dia meninggalkan Gedung Putih sebagai ibu negara, Hillary Clinton diberi uang muka sebesar US$ 8 juta untuk memoarnya, Living HistoryTime melaporkan pasangan itu juga telah membeli dua rumah, satu di Washington D.C., dan satu lagi di Chappaqua, New York.

    Ceramah dan penjualan buku dengan cepat menghasilkan uang. Dari 2000 hingga 2007, menurut laporan NPR, pasangan ini mendapatkan lebih dari US$ 109 juta. Sebagian besar pendapatan berasal dari ceramah Bill. Sejak meninggalkan Gedung Putih, lapor CNN, mantan presiden ini telah menerima US$ 106 juta dari honor sebagai pembicara.

    Ketika ditanya bagaimana publik AS mungkin melihat harga yang lumayan untuk penampilannya malam itu, Hillary Clinton mengatakan kepada Sawyer, "Saya pikir berpidato untuk uang adalah hal yang jauh lebih baik daripada kemudian terhubung dengan salah satu kelompok atau perusahaan seperti yang dilakukan banyak orang ketika pensiun."

    AP | INDAH P.



    Berita Lain:
    Valid, Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo
    Jawab Roy Suryo via BBM, Ahok: Bro Kenapa Somasi?
    Jokowi: Wiji Thukul Harus Ditemukan
    Polisi: Pemerkosaan Mahasiswa Malaysia Rekayasa
    Takmir Masjid Sesalkan Isi Pengajian Jafar Umar
    Debat Capres Masih Gunakan Strategi 5-3-2
    Klaim Lihat MH370, Pekerja Kilang Minyak Dipecat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.