Miss Universe Thailand Mundur, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miss Universe Thailand yang mengundurkan diri, Weluree Ditsayabut. (Guardian)

    Miss Universe Thailand yang mengundurkan diri, Weluree Ditsayabut. (Guardian)

    TEMPO.CO, Bangkok - Miss Universe Thailand mengundurkan diri kurang dari sebulan setelah penobatannya. Hal ini dia lakukan setelah muncul kecaman keras di media sosial atas komentar politiknya. Weluree Ditsayabut, 22 tahun, sambil menangis mengumumkan pada hari Senin bahwa dirinya menyerahkan gelar dan menutup peluangnya sendiri untuk bersaing pada kontes internasional Miss Universe.

    Aktris dan mantan presenter acara bincang-bincang di televisi ini mengatakan dirinya semula senang telah memenangi gelar. Namun komentar brutal di media sosial disebutnya telah menyakiti diri dan keluarganya.

    Weluree dikritik karena komentar yang di-posting di Facebook dianggap menyerang massa "Kaus Merah"--pendukung mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra--yang ia tuduh menentang monarki Thailand. Tak hanya itu, ia menyerukan eksekusi bagi para pemimpin mereka.

    "Kau Kaus Merah, Anda keluar dari sini," tulisnya pada pertengahan November, sebelum memenangi gelarnya. "Tanah Thailand menjadi kotor karena orang-orang anti-monarki seperti Anda."

    Weluree mengatakan pada hari Senin bahwa reaksi atas pernyataannya, "membuat kebahagiaan yang pernah kami miliki benar-benar hilang. Ketika melihat ibu saya tidak bisa tidur pada malam hari, saya sangat terganggu," katanya dalam konferensi pers. Namun dia tidak menyebutkan mana komentar yang menurut dia paling menyakitkan.

    Banyak kalangan menyebut komentar Weluree memperkeruh krisis politik berkepanjangan di Thailand. Yang lain menyatakan sikapnya mengungkapkan sikap elite dan royalis yang berpendidikan di Thailand terhadap pemerintah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

    Yingluck, yang didukung oleh banyak orang di pedesaan utara dan timur laut Thailand, dipaksa mundur bulan lalu setelah militer mengambil alih kekuasaan. Masyarakat Thailand terpolarisasi secara tajam sejak tahun 2006 ketika kakak Yingluck, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, digulingkan dalam kudeta. Sejak itu, sampai kudeta terakhir, lawan Thaksin yang disimbolkan dengan massa Kaus Kuning dan Kaus Merah berada dalam kubu yang selalu berseberangan.

    GUARDIAN | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.