Cari Pesawat MH370, Malaysia Rogoh Rp 101 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awak kapal Pertahanan Australia menurunkan Kapal selam mini tak berawak, Bluefin-21 untuk mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang semenjak 8 Maret 2014 di Samudera Hindia, (15/4). REUTERS/U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 1st Class Peter D. Blair

    Awak kapal Pertahanan Australia menurunkan Kapal selam mini tak berawak, Bluefin-21 untuk mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang semenjak 8 Maret 2014 di Samudera Hindia, (15/4). REUTERS/U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 1st Class Peter D. Blair

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Malaysia telah menghabiskan total 27,6 juta ringgit atau sekitar US$ 8,6 juta (sekitar Rp 101 miliar) hingga hari ini dalam mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. Ini adalah biaya pencarian yang diungkap pemerintah Malaysia untuk pertama kalinya.

    “Angka 27,6 juta ringgit itu hanyalah jumlah yang dikeluarkan oleh pihak-pihak berwenang Malaysia. Kami tidak tahu berapa biaya yang dihabiskan oleh negara lain,” kata Kepala Departemen Penerbangan Sipil Azharuddin Abdul Rahman dalam konferensi pers, Senin, 9 Juni 2014.

    Pencarian MH370, yang hilang saat membawa 239 penumpang dan awak pesawat pada 8 Maret lalu, dianggap menjadi pencarian termahal dalam sejarah penerbangan. Pengeluaran biaya ini diyakini akan terus meningkat secara signifikan karena adanya pencarian yang lebih luas di Samudra India. Para ahli berpendapat, biaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 bisa mencapai ratusan juta dolar.

    Pencarian pesawat tampaknya mengalami kemunduran ketika bulan lalu pejabat Australia mengatakan reruntuhan pesawat tidak ditemukan di dasar laut yang sebelumnya telah diidentifikasi berdasarkan sinyal akustik yang sempat terekam dari rekaman kotak hitam. (Baca: Klaim Lihat MH370, Pekerja Kilang Minyak Dipecat)

    Azharuddin mengatakan perwakilan pemerintah Malaysia akan pergi ke Australia dan Cina pada Selasa besok untuk membahas analisis terbaru dari data satelit dan data lainnya yang digunakan untuk menepatkan area pencarian baru.

    Namun, saat ditanya oleh wartawan soal letak area pencarian baru itu, Azharuddin mengaku tak tahu. “Tapi itu tidak akan terlalu jauh dari tempat pencarian yang sekarang,” ujarnya. (Baca: Keluarga Penumpang MH370 Luncurkan 'Sayembara')

    “Para peneliti Australia dan Malaysia telah melakukan analisis mereka dan sedang dalam proses pertukaran catatan dengan Inmarsat,” katanya. Inmarsat merupakan perusahaan satelit Inggris yang menganalisis sinyal dari pesawat untuk area pencarian saat ini.

    Wall Street Journal pada Ahad kemarin mengabarkan para penyidik sedang merevisi beberapa asumsi dasar mereka tentang posisi terakhir pesawat dan akan segera mengumumkan area pencarian baru pada pertengahan Juni mendatang.

    Area pencarian telah diperluas sejauh 60 ribu kilometer dan kapal Cina sedang menyurvei wilayah ini. Setelah survei oleh kapal Cina rampung, misi pencarian akan dimulai pada Agustus mendatang selama satu tahun. Estimasi biaya untuk pencarian ini sebesar 60 juta dolar Australia atau sekitar US$ 55 juta (sekitar Rp 649 miliar). Wakil Menteri Pertahanan Malaysia Abdul Rahim Bakri mengatakan biaya pencarian tersebut akan dibagi rata oleh Malaysia dan Australia.

    REUTERS | ROSALINA

    Terpopuler
    Klaim Lihat MH370, Pekerja Kilang Minyak Dipecat 
    Tiga Napi Kanada Kabur Pakai Helikopter 
    Makan Bareng Miliarder, Pria Ini Rogoh Rp 25 Miliar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.