Terpilih Lagi, Presiden Afrika Selatan Malah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, berbicara kepaa media melaui stasiun tv nasional mengenai meninggalnya Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela di Pretoria (5/12). AP/SABC pool

    Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, berbicara kepaa media melaui stasiun tv nasional mengenai meninggalnya Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela di Pretoria (5/12). AP/SABC pool

    TEMPO.CO, Pretoria – Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dilaporkan tengah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini terjadi hanya berselang dua pekan setelah Zuma diresmikan kembali untuk menjadi Presiden Afrika Selatan untuk periode keduanya.

    “Presiden Zuma disarankan untuk beristirahat setelah pemilu dan program transisi ke pemerintahan yang baru,” demikian pernyataan dari kantor kepresidenan pada Sabtu, 7 Juni 2014, seperti dikutip Al Jazeera.

    Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai penyakit sang Presiden selain disebutkan bahwa ia telah melakukan serangkaian tes. “Dokter puas dengan kondisinya,” bunyi pernyataan itu.

    Akibat kondisi kesehatannya, sebuah pernyataan terpisah pada Jumat, 6 Juni 2014, juga menyebutkan bahwa Presiden akan libur beberapa hari dari tugas hingga kondisinya benar-benar pulih.

    Pada 24 Mei lalu, mantan aktivis anti-aparteid ini melangsungkan sebuah upacara dengan tarian dan doa-doa yang menandai peresmian dirinya sebagai Presiden Afrika Selatan untuk periode lima tahun lagi.

    Dalam pidatonya, ia mengatakan Afsel telah berubah menjadi tempat bermukim yang lebih baik dibandingkan tahun 1994. Namun nyatanya, kemiskinan, pengangguran, dan masalah lainnya masih juga bertahan.

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA

    Terpopuler

    Tiga Napi Kanada Kabur Pakai Helikopter 
    Bandara Pakistan Diserbu Granat, 23 Orang Tewas 
    Klaim Lihat MH370, Pekerja Kilang Minyak Dipecat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?