Bawa Alkitab, Turis AS Ditahan di Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pengguna narkoba membaca Alkitab di pusat rehabilitasi Cinta Tuhan di Rio de Janeiro, Brasil (9/5). AP/Felipe Dana

    Mantan pengguna narkoba membaca Alkitab di pusat rehabilitasi Cinta Tuhan di Rio de Janeiro, Brasil (9/5). AP/Felipe Dana

    TEMPO.CO, Pyongyang – Seorang turis asal Amerika Serikat ditahan pihak berwenang Korea Utara setelah meninggalkan Alkitab di sebuah kamar hotel yang ditempatinya. Jeffrey Edward Fowle telah menjadi warga Amerika ketiga yang ditahan di Korut.

    Dilaporkan Daily Mail, Sabtu, 7 Juni 2014, pria 56 tahun ini tiba di Korut pada 29 April lalu. Fowle diketahui berwisata seorang diri tanpa istri, Tatyana, dan anak-anaknya.

    Menurut keluarga Fowle, tidak diketahui secara pasti tuduhan yang dibebankan kepadanya. Namun, menurut laporan dari kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), pihak berwenang sedang menyelidiki Fowle atas tindakan yang tidak konsisten dengan tujuan kunjungan wisata.

    Para pejabat AS membenarkan penahanan ini tetapi tidak memberikan informasi lebih lanjut dengan alasan privasi. Mereka juga tidak mau mengomentari laporan yang menyebutkan bahwa penahanan ini terjadi lantaran ayah tiga anak ini meninggalkan Alkitab di kamar hotelnya.

    Namun demikian, juru bicara keluarga Fowle, Timothy Tepe, menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat dalam misi apa pun yang berhubungan dengan keagamaan. Tepe tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Hanya, kata dia, Tatyana sempat melarang Fowle untuk bepergian ke Korut karena di sana terlalu berbahaya.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengatakan akan terus memantau Fowle. Deplu AS telah memperingatkan warganya yang akan bepergian ke Korut sebab mereka memiliki risiko penangkapan.

    Pada 10 April lalu, Matthew Miller Todd juga ditangkap di Korut atas tuduhan perilaku yang tidak tepat. Ia dituduh merobek visa turisnya dan menuntut suaka. Warga AS lainnya yang juga ditahan adalah Kenneth Bae. Ia harus menjalani kerja paksa selama 15 tahun setelah Korut menyebut Bae telah melakukan "permusuhan" dengan negara tersebut. (Baca: Turis AS Ditahan di Korea Utara)

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Baru Sejam, Pengikut Akun Twitter CIA 67.000 Orang 
    Tiga Napi Kanada Kabur Pakai Helikopter 
    Bandara Pakistan Diserbu Granat, 23 Orang Tewas  

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?