Selasa, 20 November 2018

Dinikahi Putri Jepang, Pria Biasa Ini Pendeta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunimaro Senge dan Putri Noriko

    Kunimaro Senge dan Putri Noriko

    TEMPO.CO, Tokyo - Demi cintanya kepada seorang warga biasa, Putri Noriko rela meninggalkan gelar bangsawannya untuk menikahi Kinumaro Senge. Putri kedua dari almarhum Pangeran Takamado dan Putri Hisako ini rencananya akan menggelar pernikahan dengan gaya Shinto pada 5 Okotber 2014 mendatang. (Baca: Putri Jepang Lepas Gelar Demi Nikahi Pria Biasa)

    Kinumaro, 40 tahun, adalah putra sulung dari imam di kuil Shinto Izumo Taisha, Takamasa Senge, di Prefektur Shimane, Jepang. Saat ini Kinumaro menjabat sebagai imam di kuil di Tokyo dan Kyoto setelah ia lulus dari Universita Kokugakuin untuk membantu ayahnya.

    Keluarga Senge telah bertugas melakukan ritual-ritual suci di Izumo Taisha secara turun-temurun. Klan Senge juga menjalin persahabatan dengan almarhum Pangeran Takamodo dan Putri Hisaki sebelum sang pangeran meninggal pada 2002 lalu. 

    Putri Noriko dan Kinumaro bertemu pada April 2012 lalu. Keduanya bertemu saat Putri Noriko, 25 tahun, menemani ibunya saat melakukan kunjungan ke kuil. Kinumaro sering menemami mereka berkeliling sambil melakukan hobi bersama dengan kedua keluarga.

    Putri Noriko dan Kinumaro resmi mengumumkan pertunangannya pada 27 Mei lalu. Penetapan tanggal pernikahan dilakukan setelah keduanya melakukan upacara pertunangan Nosai-no-Gi dan Kokki-no-Gi. (Baca: Putri Jepang Nikahi Pria Kebanyakan Oktober)

    "Saya harap Noriko dapat membangun keluarga yang saling mencintai dan bahagia dan dapat beradaptasi dengan kehidupan baru," kata Putri Hisako, ibu Putri Noriko. 

    RINDU P HESTYA | JAPAN TIMES | CHINA POST

    Berita Lain:
    10 Fakta Unik tentang Yakuza
    Yakuza Paksa Tunawisma Bekerja di PLTN Fukushima
    Soekarno 'Hidup Lagi' di Hong Kong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.