5 Hal Tentang Letizia, Ratu Spanyol Masa Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Letizia berfoto jelang jamuan makan malam di Istana Kerajaan di Madrid (19/10/2009). Kecantikan dan  gaya berbusana Putri ini sudah terkenal, dan bahkan dikatakan sebagai Kate Middleton-nya Spanyol. REUTERS/Juan Medina

    Putri Letizia berfoto jelang jamuan makan malam di Istana Kerajaan di Madrid (19/10/2009). Kecantikan dan gaya berbusana Putri ini sudah terkenal, dan bahkan dikatakan sebagai Kate Middleton-nya Spanyol. REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Madrid -Putri Letizia, 41 tahun, adalah calon Ratu Spanyol masa depan. Menikah dengan Pangeran Felipe de Borbon, putra mahkota Kerajaan Spanyol, wanita cantik yang pernah menjadi presenter televisi ternama di Spanyol ini siap menjalani peran barunya setelah Raja Juan Carlos telah mengumumkan niatnya untuk turun takhta, Senin 2 Juni 2014.


    Sang raja menjelaskan, putranya memiliki kematangan, persiapan dan rasa tanggung jawab yang diperlukan untuk memulai era baru dan harapan menggabungkan pengalaman, momentum dari generasi baru. Raja Juan juga menyayangi dan mempercayai sang menantu siap jadi ratu mendampingi putranya.

    Putri Letizia yang biasa disebut Princess of Asturias ini menikah dengan Pangeran Felipe pada Mei 2004 di Madrid, Spanyol. Bersama sang suami, Felipe sangat dikenal dan populer di Spanyol. Keduanya memiliki gaya hidup sederhana, dekat dengan rakyatnya. (Baca:Inilah Calon Raja Baru Spanyol)

    Keduanya sering kepergok berbelanja bersama kedua putrinya, atau tertangkap kamera saat mengantar dua buah hatinya itu ke sekolah.

    Bagi masyarakat Spanyol, Putri Letizia dan Pangeran Felipe sangat rendah hati, sangat dicintai dan mengakar ke rakyat. Berikut ada lima hal tentang Letizia, sang ratu masa depan :

    1. Sebelum menikah dengan Pangeran Felipe, Letizia memiliki karir sendiri. Dia adalah seorang jurnalis surat kabar La Nueva Espana Asturian sebelum akhirnya berpindah ke surat kabar ABC. Pernah bekerja di Meksiko di Surat kabar Siglo XXI dan Bloomberg Spanyol sebelum melanjutkan ke CNN. Dia pernah jadi pembaca berita ketika terjadi serangan 11 September 2001 yang disiarkan langsung dari Ground Zero di New York dan juga sempat menjadi wartawan perang di Irak. Dalam karir jurnalistiknya, berulang kali Letizia menerima penghargaan. Letizia bertemu Pangeran Felipe de Borbon saat bertugas.

    2. Pernikahan dengan Pangeran Felipe adalah pernikahan kedua. Awalnya pernikahan ini sempat mengangkat alis masyarakat yang mayoritas beragama Katolik. Tetapi pernikahan pertama Letizia yang bercerai di tahun 1999 berlangsung di sebuah upacara sipil bukan secara Katolik. Dengan demikian tidak tercatat dan memerlukan pembatalan dari Paus saat Pangeran Felipe menyuntingnya.

    3. Penampilannya pernah dikritik majalah setempat yang mengatakan Letizia tidak cukup tersenyum saat menjawab pertanyaan apakah ia pernah menjalani operasi plastik? (Baca:Letizia Calon Ratu Spanyol Saingan Kate Middleton)

    4. Letizia tidak memiliki silsilah bangsawan. Dia hanya berasal dari keluarga kelas menengah biasa. Ayahnya adalah seorang jurnalis dan ibunya merupakan seorang perawat, sementara sang kakek adalah seorang sopir taksi.

    5. Berbicara tentang pesona kecantikan dan kerendahan hati yang dimiliki Duchess Kate Middleton, istri Pangeran William dari Kerajaan Inggris, Putri Letizia pun memiliki hal yang sama. Kabarnya kedua wanita cantik ini sering berbagi cerita tentang selera berbusana dan penampilan. Meski Kate dan Letizia sama-sama terkungkung dalam protokoler kehidupan aristokrat kerajaan, toh keduanya selalu menjadi ikon gaya. (Baca:Kate Middleton Vs Letizia Ortiz Siapa Paling Cantik)

    HADRIANI P | TODAY NEWS | CONTACT MUSIC

    Terpopuler:
    Putri Jepang Lepas Gelar Demi Nikahi Pria Biasa

    Kuburan 796 Anak Ditemukan di Septic Tank Gereja 

    Menteri Suswono Sebut Dua Kader PKS Terima Duit 

    Penyerang Umat Katolik Bawa Samurai dan Penyetrum


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.