Wisatawan Cina Dongkrak Pariwisata Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memfoto kereta yang akan berangkat di Northern Territory, Australia (23/4). Kereta tersebut merupakan kereta pariwisata. (Lisa Maree Williams/Getty Images)

    Penumpang memfoto kereta yang akan berangkat di Northern Territory, Australia (23/4). Kereta tersebut merupakan kereta pariwisata. (Lisa Maree Williams/Getty Images)

    TEMPO.COCanberra – Sektor pariwisata Australia mengalami pertumbuhan yang pesat dari kunjungan wisatawan Asia. Menurut International Visitor Survey (IVS), Cina memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan pariwisata Negeri Kanguru ini.

    Menteri Perdagangan dan Investasi Autralia, Andrew Robb, menyambut baik hasil ini. Ia menuturkan, pariwisata merupakan industri yang sangat penting bagi penyediaan lapangan kerja warga Australia. “Pariwisata merupakan jasa ekspor terbesar Australia. Lebih dari 929 ribu warga Australia menggantungkan hidup di sektor pariwisata dan pemerintah telah berkomitmen untuk mendukung penuh pariwisata sebagai industri kunci penciptaan lapangan kerja,” kara Robb, seperti dikutip Xinhua, Rabu, 4 Juni 2014.

    Angka-angka terbaru menunjukkan Cina masih merupakan pasar terbesar bagi Australia, di luar Selandia Baru, dengan menyumbangkan sekitar 5,1 miliar dolar Australia dalam sektor pariwisata. Jumlah pendapatan ini meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu.

    Jumlah pengunjung Cina ke Australia memang meningkat 14 persen dibandingkan tahun lalu dengan total sekitar 697 ribu pengunjung.

    Selain Cina, negara Asia lainnya yang juga meningkatkan kunjungannya, di antaranya Malaysia (15 persen), Singapura (13 persen), serta Hong Kong, Thailand, dan India (masing-masing 10 persen).

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler
    Putri Jepang Lepas Gelar Demi Nikahi Pria Biasa
    Kuburan 796 Anak Ditemukan di Septic Tank Gereja
    Yakuza Rekrut Anggota Secara Online


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.