25 Tahun Tragedi Tiananmen, Cina Perketat Keamanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mahasiswa duduk dekat tentara Tiongkok di Tiananmen Square, Beijing, pada 22 April 1989. Rangkaian demonstrasi tersebut berakhir dengan penyerbuan tentara pada malam 4 Juni. CATHERINE HENRIETTE/AFP/Getty Images

    Ratusan mahasiswa duduk dekat tentara Tiongkok di Tiananmen Square, Beijing, pada 22 April 1989. Rangkaian demonstrasi tersebut berakhir dengan penyerbuan tentara pada malam 4 Juni. CATHERINE HENRIETTE/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina memperketat keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen bertepatan dengan peringatan 25 tahun tragedi berdarah di lapangan tersebut, Rabu, 4 Juni 2014. Peristiwa yang terjadi pada 4 Juni 1989 silam itu menyebabkan puluhan orang tewas.

    Dalam sebuah gambar yang diunggah Al Jazeera, Rabu, 4 Juni 2014, tampak puluhan polisi antihuru-hara dan mobil polisi berada di sekitar lapangan serta beberapa blok di persimpangan jalan.

    "Saat 25 tahun silam hingga hari ini Anda tak bisa memasuki Lapangan Tiananmen sebagai seorang jurnalis. Sampai sekarang pun, 25 tahun setelah tragedi berdarah itu, Anda tetap tidak boleh masuk," kata koresponden Al Jazeera, Adrian Brown, dari Beijing. Meskipun hari ini dianggap sensitif, tapi operasi keamanan di lapangan tampak berjalan normal seperti hari biasa.

    Menjelang peringatan 25 tahun tragedi berdarah Lapangan Tiananmen, menurut kelompok hak asasi manusia Amnesty International, sebanyak 48 aktivis ditahan pihak berwajib. Mereka ditempatkan di rumah tahanan untuk dimintai keterangan oleh polisi atau hilang menjelang hari peringatan.

    Selain menahan aktivis, pihak berwenang Cina melarang wartawan asing mengunjungi tempat-tempat yang dianggap sensitif serta melarang wawancara dengan masyarakat mengenai masalah Tiananmen.

    Pemerintah Cina belum pernah menyampaikan keterangan secara lengkap mengenai tragedi yang mengundang kritik internasional itu. Beijing juga tak menyebutkan angka pasti berapa korban tewas dalam tragedi itu.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


    Berita Terpopuler:
    Gelar 'Revolusi Wangi' Trio Lestari Tanpa Jokowi
    10 Langkah Menjaga Ginjal Tetap Sehat
    Scout Willis Unggah Foto Topless Gadis Bali Kuno
    Tri Uji Coba Teknologi LTE
    Sistem Cerdas ITB Urai Kemacetan Panjang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.