Obama Tempatkan Duta Besar Pertama di Somalia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama.      REUTERS/Joshua Roberts

    Barack Obama. REUTERS/Joshua Roberts

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama segera mengumumkan duta besar pertamanya untuk Somalia sejak perang saudara meletus lebih dari 20 tahun yang lalu. “Sebagai refleksi hubungan yang mendalam bagi kedua negara dan kepercayaan masa depan yang lebih baik, Presiden akan menetapkan duta besar pertama Amerika Serikat untuk Somalia dalam lebih dari dua dekade,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Politik, Wendy Sherman, pada Selasa, 3 Juni 2014.

    Sherman mengatakan Presiden Obama akan mengumumkan langsung duta besar untuk Somalia yang akan berbasis di Nairobi, Kenya. (baca: Bom Meledak di Nairobi, 650 Orang Ditangkap). Seperti dilansir Al Jazeera, meskipun Amerika Serikat tidak pernah secara resmi memutuskan hubungan, kedutaan besar mereka di Mogadishu, Somalia, sudah ditutup sejak 1991. Penutupan ini karena terjadi kerusuhan berdarah dan perang saudara dalam perebutan kekuasaan di antara para pemimpin klan.

    Bagian tergelap dalam hubungan kedua negara terjadi pada 1993 ketika tubuh-tubuh tentara Amerika Serikat diseret di jalan-jalan sepanjang Mogadishu oleh massa, setelah pejuang pendukung Muhamad Farah Aideed menembak jatuh dua helikopter Black Hawk. (baca: Tiga Bom Serang Kawasan Little Mogadishu Kenya).

    Ribuan warga Somalia dan 18 tentara Amerika tewas dalam pertempuran yang berlangsung antara pejuang setia Aideed dan Amerika Serikat. Pemerintah Somalia akhirnya mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2012 dan menjadi yang pertama diberikan pengakuan global sejak rezim diktator Siad Barre terguling pada 1991. Amerika Serikat kemudian mengakui pemerintahan baru Somalia pada Januari 2013.

    Namun, kini sebagian besar wilayah pedesaan di Somalia dikendalikan oleh jaringan al-Qaeda yang terkait dengan kelompok pemberontak al-Shabab. Mereka ingin menegakkan hukum syariah Islam di negara Afrika Timur tersebut. Serangan al-Shabab baru-baru ini membidik pemerintah Somalia, termasuk serangan ke parlemen bulan lalu untuk mematahkan klaim bahwa pemerintah berhasil menang melawan gerakan pemberontak.

    AL JAZEERA | ROSALINA

    Terpopuler
    Hal yang Akan Terjadi Jika Jins Tak Pernah Dicuci
    Indonesia Cellular Show 2014 Digelar Besok
    Gelar 'Revolusi Wangi' Trio Lestari Tanpa Jokowi
    Bupati yang Blokade Bandara Baru Lulus Sarjana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.