Sisi, Tokoh Sentral Mesir Setelah Penggulingan Mursi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung mantan kepala militer Mesir Abdel-Fattah el-Sissi, berkonvoi saat merayakan kemenangan Al-sisi pada pemilihan Presiden di Tahrir Square, Kairo (29/5). AP/Amr Nabil

    Pendukung mantan kepala militer Mesir Abdel-Fattah el-Sissi, berkonvoi saat merayakan kemenangan Al-sisi pada pemilihan Presiden di Tahrir Square, Kairo (29/5). AP/Amr Nabil

    TEMPO.COKairo – Abdul Fattah el-Sisi secara resmi telah diumumkan memenangi pemilihan presiden Mesir dengan suara telak, yakni 96,91 persen suara sah. Karier politik pria yang lahir pada 19 November 1954 ini menanjak setelah menggulingkan presiden pertama Mesir yang dipilih secara langsung oleh rakyat, Muhammad Mursi, pada Juli 2013 lalu. (Baca: Jenderal Sisi Resmi Menangi Pipres Mesir)

    Para pendukungnya melihat ia sebagai pahlawan nasional yang menyelamatkan negara dari kekerasan di bawah pemerintah Mursi dan Ikhwanul Muslimin. Namun, lawan-lawannya justru menilai ia sebagai orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi pasca-penggulingan tersebut.

    Menurut laporan Al Jazeera, dalam membangun kekacauan politik pasca-penggulingan Mursi, Sisi telah menjadi dalang atas tewasnya ratusan pengunjuk rasa dan penangkapan ribuan aktivis politik, termasuk pemimpin Ikhwanul Muslimin.

    Ratusan pendukung Ikhawanul Muslimin diyakini tewas pada Agustus 2013 ketika pasukan  menyerbu dua kamp protes di Kairo yang dididirikan oleh pendukung Mursi yang menuntut agar Mursi dikembalikan ke jabatannya.

    Korban semakin banyak berjatuhan sejak militer melancarkan kampanye besar terhadap tersangka militan Islam di Sinai utara pada September 2013.

    Angka kematian memang tidak diketahui pasti. Namun, Ikhwanul Muslimin mengatakan, hingga Agustus 2013 setidaknya 2200 pendukungnya telah tewas akibat tindakan keras militer yang dipimpin Sisi. (Baca: 683 Pendukung Ikhwanul Muslimin Dihukum Mati)

    Tak sampai di situ, menurut laporan BBC, Sisi menjadi sorotan ketika ia membela tes keperawanan yang dilakukan pada 17 wanita yang ditahan dan dipukuli oleh tentara pada protes anti-Mubarak di Tahrir Square pada Maret 2011.

    Sisi berdalih tes ini dilakukan untuk melindungi perempuan dari pemerkosaan dan melindungi prajurit dan tugasnya dari tuduhan perkosaan.

    Meski dianggap banyak menulis catatan hitam, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan ini akan menjadi pemimpin Mesir. Selain berjanji untuk memulihkan stabilitas dan mencapai kebebasan dan keadilan sosial bagi Mesir, Sisi juga bertekad untuk memberangus Ikhawnul Muslimin. (Baca: Jadi Presiden, Sisi Janji Berangus Ikhwanul)

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA | BBC

    Terpopuler

    Bahas Penyadapan, SBY Bertemu Abbott di Batam Besok
    Pengadilan Mesir Hukum Mati Polisi
    Pemerintah Yaman dan Pemberontak Gencatan Senjata

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.