'Obama' Dipanahi Anak-anak di Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak perempuan memanah gambar Presiden Amerika Serikat Barrack Obam selama acara Hari Anak Internasional di Pyongyang, Korea Utara (1/6). AP/Kim Kwang Hyon

    Seorang anak perempuan memanah gambar Presiden Amerika Serikat Barrack Obam selama acara Hari Anak Internasional di Pyongyang, Korea Utara (1/6). AP/Kim Kwang Hyon

    TEMPO.CO, Pyongyang - Anak-anak di Korea Utara juga merayakan Hari Anak Internasional. Perayaan pada tahun ini dipusatkan di sebuah taman hiburan di Ibu Kota Pyongyang. Salah satu kegiatannya yakni olahraga memanah bagi anak-anak. Jika biasanya sasaran panah berupa lingkaran, kali ini yang digunakan adalah sesuatu yang tak biasa: gambar seorang pria berjas hitam yang mirip dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

    Dalam sebuah foto yang telah luas dipublikasikan, seorang murid taman kanak-kanak terlihat merentangkan busur panah dengan sasaran gambar Obama hanya satu meter di depannya. Orang-orang dewasa yang menonton terlihat sangat antusias mengabadikan momen ini.

    Menurut sebuah situs web yang berbasis di Korea Selatan, penggunaan ikon-ikon AS untuk melambangkan musuh adalah hal yang biasa di negara itu. Dalam olahraga bela diri untuk anak-anak, misalnya, sasaran serang adalah boneka bergambar tentara AS.

    Bulan lalu, kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA) menerbitkan beberapa komentar tentang Obama dalam sebuah artikel yang terbit pada 2 Mei. Dalam bahasa Korea, Presiden Obama disebut sebagai "badut", "kotor", dan "blasteran dengan darah yang tidak jelas".

    Tapi Hari Anak Internasional di Kore Utara bukan hanya soal menembakkan panah kepada Presiden AS itu. Anak-anak juga berpesta makanan ringan di sebuah lahan pembibitan di Pyongyang, dan bersenang-senang dengan aneka kegiatan. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, juga dikabarkan mengunjungi sebuah panti asuhan di Pyongyang dalam kaitan dengan peringatan itu.

    WASHINGTON POST | INDAH P.

    Terpopuler:
    Ayah dan Dua Anaknya Perkosa Gadis 15 Tahun 
    Akhirnya Malaysia Akui Cadbury Bebas Babi
    Sebab Raja Spanyol Turun Takhta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.