Snowden Klaim Ajukan Suaka ke Brasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Jerman Hans-Christian Stroebele berpose dengan buronan pembocor rahasia Amerika Edward Snowden (kiri) di Moskow, Rusia (31/10). REUTERS/Handout

    Politikus Jerman Hans-Christian Stroebele berpose dengan buronan pembocor rahasia Amerika Edward Snowden (kiri) di Moskow, Rusia (31/10). REUTERS/Handout

    TEMPO.CO, Brasilia - Pembongkar rahasia dan mantan kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Snowden, mengatakan bahwa dirinya telah mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Brasil. "Saya akan senang tinggal di Brasil,” kata Snowden dalam sebuah wawancara stasiun televisi Brasil, Globo TV, seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin, 2 Juni 2014. (Baca: Kisah Edward Snowden Diangkat ke Layar Lebar)

    Namun Kementerian Luar Negeri Brasil mengatakan belum menerima permohonan suaka Snowden secara resmi.

    Snowden yang menjadi buronan pemerintah Amerika Serikat dan kini tinggal di Rusia mengatakan dirinya telah secara resmi meminta suaka ke beberapa negara, termasuk Brasil. Suaka sementara Snowden di Rusia akan berakhir pada Agustus mendatang. Selama buron, Snowden tak bisa bebas bepergian karena pihak Washington telah mencabut paspor asalnya dari Amerika Serikat.

    Di dalam wawancara yang dipandu reporter Glenn Greenwald itu, Snowden mengatakan tidak akan menawarkan dokumen rahasia yang dimilikinya kepada negara mana pun agar mendapat suaka. Sebab, menurut dia, suaka tetap harus diberikan karena alasan kemanusiaan.

    Meski begitu, Snowden menyatakan memiliki banyak dokumen yang akan diungkapkan terkait dengan kegiatan mata-mata Amerika Serikat terhadap sejumlah negara, termasuk Inggris dan Brasil. (Baca: Snowden: Saya Dilatih untuk Jadi Mata-mata)

    Pada tahun lalu, ketika dokumen yang dibocorkan Snowden menunjukkan badan intelijen Amerika Serikat telah memata-matai pemerintah Brasil, Presiden Dilma Rousseff langsung membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Washington.

    Sebelumnya, dalam wawancara dengan media NBC, Snowden sempat mengatakan bahwa dirinya terbuka untuk kemungkinan mengajukan grasi atau amnesti, dan ingin kembali ke rumah suatu hari nanti. Adapun pemerintah Barack Obama mempersilakan Snowden untuk kembali ke Amerika Serikat dengan syarat bersedia diadili dalam kasus membocorkan informasi sensitif negaranya.

    CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Berita Lainnya:
    Bomber Suriah Ternyata Pemuda Asal AS
    Taipan Media AS Tewas dalam Kecelakaan Pesawat
    Pengadilan Mesir Sebut Gerilyawan Militan 'Setan'

    Terpopuler:
    Cerita di Balik Perseteruan Prabowo-Wiranto
    Warga Sleman Bubarkan Ibadah Umat Kristen
    Sultan Didesak Agar Tegas Selesaikan Intoleransi di DIY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?