Abu Gunung Sangeang Api Sampai ke Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letusan Gunung Sangeang api, Kabupaten Bima, NTB (30/5). (dok. badan Geologi Kementerian ESDM)

    Letusan Gunung Sangeang api, Kabupaten Bima, NTB (30/5). (dok. badan Geologi Kementerian ESDM)

    TEMPO.CO, Melbourne - Abu vulkanik dari letusan Gunung Sangeang Api mencapai lapisan udara Australia. Badan penerbangan Australia mulai mengalihkan penerbangan internasional untuk menghindari awan debu vulkanik.

    Deputi Perdana Menteri Australia, Warren Truss, memperkirakan penerbangan di wilayah utara Australia akan terganggu selama beberapa hari. “Debu potensial berdampak pada penerbangan dari dan ke bandara, termasuk Brisbane, dalam beberapa hari terakhir, tergantung pada angin dan kondisi cuaca lainnya,” kata Truss dalam pernyataannya, Sabtu, 31 Mei 2014.

    Gunung Sangeang Api yang terletak di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meletus Jumat lalu pada pukul 15.16 Wita. Letusan susulan terjadi sedikitnya tiga kali sejak itu. (Baca: Gunung Sangeang Meletus, 14 Hilang, 3.000 Mengungsi)

    Media Australia melaporkan penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Darwin dibatalkan, Sabtu, 31 Mei 2014, karena awan abu menyebar hingga Top End menuju Alice Springs.

    Truss mengatakan awan-awan debu melayang di ketinggian 6-13 km di atmosfer, menyebar ke barat daya Australia Utara. Biro Meteorologi Darwin mengatakan abu vulkanik telah menyebar hingga pesisir Kimberley di Australia Barat. Awan abu bergerak ke sebelah tenggara dengan kecepatan 120 knot.

    Empat penerbangan Brisbane-Darwin, dan dua penerbangan rute Cairns-Darwin dibatalkan. Qantas dan Virgin Australia telah memastikan seluruh penerbangan dari dan keluar Darwin dibatalkan, Sabtu. Juru bicara Qantas Grup, Kira Reed, mengatakan penerbangan Jetstar rute Brisbane-Darwin dan sebaliknya juga dibatalkan. (Baca: Sangeang Meletus, Bandara Komodo Ditutup)

    Pusat Operasi Penerbangan Nasional Australia bekerja sama dengan maskapai penerbangan berupaya meminimalisasi gangguan dan Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil (CASA) memantau situasi.

    CASA telah mengeluarkan peringatan kepada para pilot dan operator penerbangan terkait dengan bahaya terbang dekat awan debu vulkanik.

    Juru bicara CASA, Peter Gibson, mengatakan debu vulkanik bisa mempengaruhi pesawat kecil dan besar bermesin piston dan turbin. “Debu vulkanik mengandung partikel halus batuan, sebagian besar silika,” kata Gibson.

    Dia memaparkan bahwa silika sangat keras dan abrasif, dan sangat merusak struktur pesawat, mesin, dan jendela. Silika juga bisa meleleh dalam mesin jet lalu melekat di bagian terpanas di mesin.

    “CASA merekomendasikan penerbangan tidak boleh dilakukan di wilayah di mana terdapat awan debu vulkanik.”

    Penerbangan di wilayah dengan kontaminasi debu vulkanik rendah hanya bisa dilakukan setelah penilaian risiko keamanan dilakukan. Penerbangan menuju Australia ke luar negeri dialihkan di sekitar awan debu vulkanik. (Baca: 15 Ribu Warga di Sangeang Api Siap Mengungsi)

    BRISBANE TIMES | AAP | NATALIA SANTI

    Terpopuler

    Bocah Disetrum Saat Warga Katolik Sleman Diserang
    Gunung Meletus, 133 Warga Terjebak di Sangeang Pulo

    Pangdam Tanjungpura Minta 10 Tank untuk Perbatasan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.