Kasus MERS Pertama Iran Timpa Dua Kakak-Adik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar virus Middle East respiratory syndrome (MERS) corona di miskroskop electron National Institute for Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Seorang pekerja medis yang mengunjungi Arab Saudi menjadi penderita MERS pertama di Amerika. REUTERS/National Institute for Allergy and Infectious Diseases

    Gambar virus Middle East respiratory syndrome (MERS) corona di miskroskop electron National Institute for Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Seorang pekerja medis yang mengunjungi Arab Saudi menjadi penderita MERS pertama di Amerika. REUTERS/National Institute for Allergy and Infectious Diseases

    TEMPO.COTeheran – Pejabat kesehatan Iran mengkonfirmasi kasus pertama virus Middle East respiratory syndrome (MERS) yang telah merenggut nyawa sekitar 200 jiwa di seluruh dunia sejak ditemukan pertama kali pada 2012 di negara Timur Tengah itu. 

    Dilaporkan BBC, Selasa, 27 Mei 2014, kasus MERS menimpa dua kakak-beradik yang berasal dari Provinsi Kerman. Keduanya berjenis kelamin perempuan. 

    Menurut pusat pelayanan kesehatan untuk pengendalian dan pencegahan penyakit, sang kakak kini berada dalam kondisi kritis, sedangkan adiknya masih dalam pengawasan ketat. 

    MERS telah menyebar luas di Timur Tengah, terutama di Arab Saudi. Kekhawatiran pun meningkat menjelang bulan suci Ramadan yang akan tiba pada akhir Juni nanti. Pada bulan ini biasanya Arab Saudi akan didatangi para peziarah.

    Tidak ada vaksin atau pengobatan khusus untuk virus yang diduga berasal dari unta ini. Hingga kini setidaknya ada 230-an kasus infeksi MERS di seluruh dunia, dengan 93 terjangkit di antaranya meninggal dunia. (Baca: Unta Bukan Satu-satunya Penyebar MERS)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler
    Pengadilan Iran Panggil Mark Zuckerberg
    Malaysia dan Inmarsat Rilis Data MH370
    Menolak Dijodohkan, Wanita Pakistan Tewas Dirajam

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.