Data MH370 Dirilis, Ini Pendapat Analis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Angkatan Udara (RAAF) AP - 3C Orion Royal Australian terbang melewati kapal angkatan laut Inggris HMS Echo di Samudra Hindia selatan saat melakukan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Australian Defence Force

    Sebuah pesawat Angkatan Udara (RAAF) AP - 3C Orion Royal Australian terbang melewati kapal angkatan laut Inggris HMS Echo di Samudra Hindia selatan saat melakukan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Australian Defence Force

    TEMPO.COKuala Lumpur - Data pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang dirilis pemerintah Malaysia mendapat tanggapan beragam dari kalangan analis aviasi. Para analis menilai data baru tersebut tidak langsung menuntun otoritas penerbangan pada keberadaan pesawat nahas tersebut.

    Seorang analis penerbangan dari Endau Analytics, Malaysia, Shukor Yusof, mengatakan data satelit bersifat sangat teknis dan memerlukan tenaga ahli untuk bisa diartikan. "Hanya ada segelintir orang yang bisa bekerja dengan kaki di kepala dari data tersebut. Untuk saya sebagai awam, data tersebut terlihat sebagai sinyal jejak penerbangan pesawat," ucapnya, Selasa, 27 Mei 2014.

    Managing editor kelompok penerbit bidang penerbangan Flightglobal, Greg Waldron, menyebut data satelit konsisten dengan yang sudah dikeluarkan Inmarsat sebelumnya.Pada dasarnya, kata dia, data itu menunjukkan waktu pesawat tertangkap satelit di atas Samudera Indonesia. "Tapi saya tidak berani menduga mereka mencari di waktu yang sama. Langkah mereka memakai data jenis ini menunjukkan keputusasaan dalam pencarian pesawat," ujarnya.

    Otoritas penerbangan Malaysia sebelumnya mengatakan data satelit hanya satu dari beberapa elemen yang diteliti para investigator. Australia sudah mengalokasikan dana senilai 50 juta dalam operasi pencarian pesawat itu selama dua tahun.

    Data satelit yang dipakai untuk mempersempit pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, sudah dirilis atas permintaan kerabat para penumpang. Data dalam format PDF tersebut disusun oleh perusahaan Inggris, Imarsat, dan dirilis 80 hari setelah hilangnya pesawat Boeing yang membawa 239 orang itu. (Baca: Malaysia dan Inmarsat Rilis Data MH370).

    Data tersebut berisi tabel sepanjang 47 halaman yang menjelaskan pencatatan satelit sejak pukul 16.00 waktu setempat pada 7 Maret 2014. Ketika itu, pesawat lepas landas dari Kuala Lumpur hingga akhirnya diketahui hilang kontak pada keesokan harinya. Otoritas penerbangan sipil Malaysia menyebut data mentah itu dirilis untuk konsumsi publik. (Baca: 4 Spekulasi Jejak MH370 Tak Terpantau Radar TNI)

    Interpretasi Inmarsat terhadap data tersebut sudah diverifikasi oleh tim investigasi internasional, yang terdiri atas Departemen Penerbangan Sipil Malaysia, Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat, Kantor Investigasi Kecelakaan Udara Inggris, serta Departemen Investigasi Kecelakaan Pesawat Cina. (Baca: Ungkap Keberadaan MH 370, Inmarsat Makin Tenar)

    MARIA YUNIAR | THE GUARDIAN

    Terpopuler
    Ketika Rok Kate Middleton Tersingkap
    Apple Akhirnya Buka Kantor Cabang di Indonesia
    Turis Mulai Berdatangan Peringati 8 Tahun Lapindo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.