Jurnalis Libya Ditembak Mati di Benghazi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Libya mengibarkan bendera nasional saat merayakan ulang tahun ketiga pemberontakan melawan Muammar Gaddafi di Lapangan Kebebasan di Benghazi (17/2). REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Seorang perempuan Libya mengibarkan bendera nasional saat merayakan ulang tahun ketiga pemberontakan melawan Muammar Gaddafi di Lapangan Kebebasan di Benghazi (17/2). REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    TEMPO.CO, Benghazi - Editor sebuah koran yang kerap mengkritik kelompok Islam garis keras di Libya pada Senin, 26 Mei 2014, ditembak mati di kawasan tak bertuan di timur Kota Benghazi.

    Sumber medis di Benhazi mengatakan korban tewas itu adalah Meftah Bouzi. Dia seorang editor koran mingguan Burniq. "Dia tewas setelah ditembak di pusat kota," kata sumber yang tak bersedia menyebutkan jati dirinya.

    Bouzi dikenal sebagai jurnalis dan pengamat yang kerap tampil di televisi untuk mengritik kelompok ekstrimis Islam. "Akibatnya, dia acap mendapatkan ancaman pembunuhan," ujar temannya.

    Para bekas pemberontak yang berhasil menumbangkan Presiden Muammar Qadhafi pada 2011 ditunjuk hidung sebagai pelaku pembunuhan. Mereka juga sering menyerang puluhan anggota pasukan keamanan, hakim, dan utusan negara asing di Benghazi.

    AL AKHBAR | CHOIRUL

    Berita lain:
    Tim Sukses Prabowo Dekati Suciwati
    Kalla Gunakan Jenderal Rekening Gendut Dekati Mega
    Grup MNC Dituding Blokir Pemberitaan Suryadharma
    Nikah Gratis Mulai Juni 2014
    Tersangka, Suryadharma Jadi Calon Menteri Prabowo
    Pertahankan Tersangka Korupsi, Prabowo Dikritik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.