Paus Francis Tolak Kekerasan Atas Nama Tuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francis memberikan pesan kepada masyrakat dari balkon utama Basilika Santo Petrus di Vatikan (25/12). Paus Francis pada hari Natal berharap untuk dunia yang lebih baik, dengan perdamaian untuk tanah kelahiran Yesus. AP/L'Osservatore Romano, ho

    Paus Francis memberikan pesan kepada masyrakat dari balkon utama Basilika Santo Petrus di Vatikan (25/12). Paus Francis pada hari Natal berharap untuk dunia yang lebih baik, dengan perdamaian untuk tanah kelahiran Yesus. AP/L'Osservatore Romano, ho

    TEMPO.CO, Yerusalem - Pemimpin umat Katolik, Paus Francis, Senin, 26 Mei 2014, meminta umat Islam tidak mengatasnamakan Tuhan untuk melalukan kekerasan. Hal tersebut disampaikan Paus saat melakukan kunjungan ke tempat suci Dome of Rock, di dalam kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem.

    Pada kunjungan tersebut, Paus melepas sepatu untuk memasuki situs berkubah emas yang diyakini umat Islam sebagai tempat Nabi Muhammad naik ke surga.

    Berbicara kepada Mufti Agung Yerusalem dan ulama Islam lainnya, Francis mengatakan bahwa dirinya tidak hanya meminta kepada rekan-rekannya melainkan juga saudara-saudaranya (umat Islam) untuk tidak melakukan kekerasan atas nama Tuhan.

    "Semoga kita bisa mencintai satu sama lainnya," ucap Francis. Dia menambahkan, "Marilah kita belajar untuk mengerti penderitaan satu sama lainnya. Janganlah menyalahgunaan Tuhan demi kekerasan!"

    Kunjungan Francis sempat ditentang oleh kelompok Islam garis keras. Namun demikian, tulis situs berita Israelnationalnews, seluruh rangkaian kegiatan Francis di Yerusalem berjalan mulus.

    AHRAMONLINE.COM | CHOIRUL

    Berita lain:
    Tim Sukses Prabowo Dekati Suciwati
    Kalla Gunakan Jenderal Rekening Gendut Dekati Mega
    Grup MNC Dituding Blokir Pemberitaan Suryadharma
    Nikah Gratis Mulai Juni 2014
    Tersangka, Suryadharma Jadi Calon Menteri Prabowo
    Pertahankan Tersangka Korupsi, Prabowo Dikritik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.