Berulah Lagi, Boko Haram Tembak 29 Petani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video yang dirilis oleh Boko Haram jaringan teroris Nigeria pada 12 Mei 2014 menunjukkan gadis-gadis yang hilang yang diduga diculik dari kota timur laut Chibok. Kelompok teror mengatakan banyak dari mereka telah dikonversi dari Kristen ke Islam selama ditahan. AP

    Video yang dirilis oleh Boko Haram jaringan teroris Nigeria pada 12 Mei 2014 menunjukkan gadis-gadis yang hilang yang diduga diculik dari kota timur laut Chibok. Kelompok teror mengatakan banyak dari mereka telah dikonversi dari Kristen ke Islam selama ditahan. AP

    TEMPO.COAbuja – Militan yang diduga merupakan kelompok Boko Haram dilaporkan menembak mati 29 petani karena dianggap telah menggarap ladang milik Boko Haram di daerah terpencil di timur laut Nigeria.

    Menurut sumber Kepolisian pada Kamis, 23 Mei 2014 kemarin yang dikutip Reuters, serangan ini terjadi pada Rabu, 22 Mei 2014. Selain menewaskan 29 petani, kelompok ini juga menghancurkan sebagian besar Desa Chukku Nguddoa dan melukai sepuluh orang lainnya.

    Boko Haram telah menjadi sorotan dunia internasional sejak penculikan terhadap lebih dari 200 siswi sebuah sekolah asrama di Chibook. Kelompok teror menculik 276 anak perempuan pada 14 April lalu dari sebuah pesantren di Chibok, sebelah timur laut Nigeria. Puluhan siswa berhasil melarikan diri, tetapi lebih dari 200 anak perempuan masih hilang.

    Operasi yang dilakukan Boko Haram pun semakin meningkat setelah penculikan itu. Serangan bom terjadi di sejumlah kota. Pada Selasa dan Rabu kemarin, kelompok ini menyerang tiga desa di Kota Jos, tak jauh dari Chibook. Sebanyak 48 orang tewas dalam serangan ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Minta Naik Gaji, 100 Karyawan McDonald's Ditangkap
    Diculik 10 Tahun, Wanita Ini Akhirnya Kembali
    Indonesia Serukan Pemulihan Situasi Thailand


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.