Setelah Kudeta, Militer Thailand Berlakukan Jam Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan mengambil gambar tentara yang berjaga di sebuah pemeriksaan militer di pusat kota Bangkok, Thailand (20/5).  (AP Photo/Sakchai Lalit

    Sejumlah wisatawan mengambil gambar tentara yang berjaga di sebuah pemeriksaan militer di pusat kota Bangkok, Thailand (20/5). (AP Photo/Sakchai Lalit

    TEMPO.CO, Jakarta - Militer Thailand memberlakukan jam malam secara nasional dari jam 10.00 malam sampai 05.00 pagi, Kamis, 22 Mei 2014. Pengumuman ini disampaikan Wakil juru bicara militer Thailand Winthai Suvaree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.

    Jam malam diberlakukan setelah militer Thailand melakukan kudeta. Pengumuman pengambilalihan kekuasaan beberapa waktu sebelumnya disampaikan Panglima militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha, setelah dua hari lalu mengumumkan negara dalam keadaan darurat.

    Prayuth mengumumkan kudeta dalam siaran televisi setelah pertemuan yang ia gagas, untuk mempertemukan pihak yang berseteru, gagal mencapai kata sepakat untuk menemukan solusi atas kemelut politik negara ini yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan.

    "Agar situasi kembali normal dengan cepat dan bagi masyarakat untuk saling mencintai dan berdamai lagi dan untuk mereformasi struktur politik, ekonomi, dan sosial, militer perlu mengambil kendali kekuasaan," kata Prayuth dalam pengumumannya, Kamis, 22 Mei 2014.

    REUTERS | ABDUL MANAN

    Berita lain:
    Jika Terpilih, Prabowo Boleh Masuk Amerika Serikat

    Dilaporkan ke Polisi, Ahok Tantang Balik Udar

    Malaysia Hentikan Pembangunan Mercusuar di Tanjung Datu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.