Satu Juta Warga Serbia Hidup tanpa Air Bersih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wilayah yang tergenang banjir, di Obrenovac, Serbia, Minggu (18/5). Pihak berwenang setempat menyatakan kekhawatiran akan terjadinya banjir susulan yang lebih besar. AP/Serbian Police

    Wilayah yang tergenang banjir, di Obrenovac, Serbia, Minggu (18/5). Pihak berwenang setempat menyatakan kekhawatiran akan terjadinya banjir susulan yang lebih besar. AP/Serbian Police

    TEMPO.CO, Bosnia – Satu juta jiwa terpaksa hidup tanpa air bersih lantaran bencana banjir yang melanda Bosnia-Herzegovina sejak pekan lalu. Menteri Luar Negeri Bosnia Zlatko Lagumdzija mengatakan kerusakan akibat banjir teramat parah. (Baca: Hujan Terburuk dalam 120 Tahun Terakhir Landa Serbia-Bosnia)

    “Dampak banjir sangat mengerikan,” kata Lagumdzija dalam konferensi pers, Senin, 19 Mei 2014, seperti dikutip dari BBC News. Ia bahkan membandingkannya dengan perang Bosnia pada tahun 1992 hingga 1995 lalu.

    Ia menuturkan lebih dari 100 ribu rumah dan bangunan benar-benar tidak bisa digunakan lagi karena mengalami kerusakan yang sangat parah. Sejumlah jalan juga rusak. Selain itu, ia melaporkan, setidaknya ada 2.000 tanah longsor yang beberapa di antaranya merupakan ladang ranjau sisa perang.

    Telah lebih dari 500 ribu orang dievakuasi. Helikopter penyelamat dari Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia bekerja sama memindahkan warga dari tempat bencana ke daerah yang lebih aman.

    Banjir akibat hujan terburuk dalam 120 tahun terakhir ini juga telah menewaskan puluhan warga Serbia. Hingga Senin kemarin, setidaknya sudah 44 orang dilaporkan tewas di Serbia dan Bosnia.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Digigit Anjing,Warga AS Ajukan Tuntutan Selangit
    Menengok Isi Museum Rahasia Intelijen AS, CIA
    Indonesia Dorong Pemberlakuan Traktat Anti-Tes Nuklir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.