Kolera Renggut 9 Nyawa di Sudan Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak yang terkena penyakit kolera dirawat di Pusat Perawatan Kolera di Carrefour, Port-au-Prince, Haiti, (7/6). Petugas menyatakan bahwa mereka merawat 1152 pasien dalam lima hari. REUTERS/Swoan Parker

    Seorang anak yang terkena penyakit kolera dirawat di Pusat Perawatan Kolera di Carrefour, Port-au-Prince, Haiti, (7/6). Petugas menyatakan bahwa mereka merawat 1152 pasien dalam lima hari. REUTERS/Swoan Parker

    TEMPO.COJuba – Meluasnya kerusuhan antar-etnis di Sudan Selatan membuat ribuan orang telantar serta mengganggu persediaan makanan dan pelayanan kesehatan. Hal ini, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah mengakibatkan sembilan orang meninggal akibat penyakit kolera. (Baca: PBB Kutuk Meluasnya Kerusuhan di Sudan Selatan)

    Juru bicara WHO di Juba, Tarik Jasarevic, mengatakan pada Senin, 19 Mei 2014, sembilan orang diyakini meninggal akibat kolera. Penyakit ini memang bisa membunuh penderitanya dalam waktu beberapa hari jika tidak diobati.

    “Wabah baru saja dimulai dan bisa menyebar,” kata Jasarevic lewat sambungan telepon kepada Reuters, Senin, 19 Mei 2014. Tiga kematian terjadi di fasilitas kesehatan dan enam lainnya di masyarakat.

    Kolera merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi akibat sanitasi yang buruk atau ikan yang tidak dimasak dengan benar. (Baca: Kamp Pengungsi Kongo Dihantam Kolera)

    Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Kematian biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Kalau dibiarkan tak terawat, maka risiko kematian bagi penderita amat tinggi.

    Sudah lima bulan Sudan Selatan membara. Lebih dari 1 juta orang meninggalkan rumah mereka ketika perpecahan mulai terjadi antara pendukung setia Presiden Salva Kiir dan loyalis Wakil Presiden Riek Machar yang telah dipecat.

    ANINGTIAS JATMIKA| REUTERS

    Terpopuler

    Digigit Anjing,Warga AS Ajukan Tuntutan Selangit
    Menengok Isi Museum Rahasia Intelijen AS, CIA
    Indonesia Dorong Pemberlakuan Traktat Anti-Tes Nuklir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.