Arab Saudi Tutup Kantor Kedutaan di Libya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga orang warga Suriah berbincang-bincang di depan kedutaan Suriah di Tripoli, Libya, (5/2). Tampak di belakang mereka tembok yang dipenuhi grafiti bertuliskan

    Tiga orang warga Suriah berbincang-bincang di depan kedutaan Suriah di Tripoli, Libya, (5/2). Tampak di belakang mereka tembok yang dipenuhi grafiti bertuliskan "Turunkan Bashar, Bebaskan Suriah." REUTERS/Ismail Zitouny

    TEMPO.COTripoli – Dengan alasan keamanan, Arab Saudi akhirnya menutup kedutaan besar dan konsulatnya di ibu kota Libya, Tripoli. Negara ini juga menarik semua staf diplomatiknya pada Senin, 19 Mei 2014 karena kekhawatiran akan keamanan di Libya.

    “Semua staf diplomatik telah meninggalkan ibu kota Libya dengan naik pesawat pribadi karena situasi keamanan di Libya," kata Duta Besar Mohammed Mahmoud al-Ali dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan pada kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, yang dikutip Reuters hari ini.

    Aksi penculikan diplomat asing di Libya kerap terjadi lantaran pemerintah tak sanggup mengontrol kelompok bersenjata di negeri itu. Pada pertengahan April lalu, Duta Besar Yordania untuk Libya diculik oleh sejumlah pria bersenjata di Tripoli. Tiga pekan sebelumnya, Duta Besar Tunisia untuk Libya juga diculik dan hingga saat ini belum diketemukan.

    Pemerintah pusat Libya sedang berjuang untuk mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata, milisi, dan mantan brigade pemberontak. Sebagian besar dari mereka adalah kekuatan yang turut membantu menggulingkan Muammar Khadafi  pada 2011. Sekarang mereka menolak untuk dilucuti senjatanya.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS


    Terpopuler

    Digigit Anjing,Warga AS Ajukan Tuntutan Selangit
    Menengok Isi Museum Rahasia Intelijen AS, CIA
    Indonesia Dorong Pemberlakuan Traktat Anti-Tes Nuklir

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.