Cari MH370, Bluefin Ganti Suku Cadang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang teknisi kapal selam mini tak berawak, Bluefin-21 mempersiapkna kapal selamnya untuk meneruskan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Angkatan Pertahanan Australia

    Dua orang teknisi kapal selam mini tak berawak, Bluefin-21 mempersiapkna kapal selamnya untuk meneruskan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Angkatan Pertahanan Australia

    TEMPO.COPerth – Kapal selam tanpa awak Bluefin-21 akan menerima suku cadang baru pada Senin, 19 Mei 2014 setelah enam hari berhenti beroperasi dalam mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang diperkirakan hilang di Samudera Indonesia.

    “Suku cadang telah tiba hari ini di Geraldton dan siap untuk di-install di Bluefin-21,” kata Badan Pusat Koordinasi Bersama (JaCC), hari ini, seperti dikutip dari Malaysian Insider. (Baca: Pencarian MH370 Segera Memasuki Babak Baru)

    Suku cadang tersebut terkait dengan transponder yang dipasang di kapal dan Bluefin-21. Kerusakan perangkat ini telah mempengaruhi kemampuan transponder untuk berkomunikasi satu sama lain selama penyelaman. (Baca: Cegah Kasus MH370, Pesawat Akan Dilacak Real-Time)

    Sampai saat ini, kapal selam berwarna kuning itu telah melakukan 18 misi. Namun, belum ada tanda apa pun dari wilayah pencarian yang memiliki luas 10 kilometer persegi di dasar laut sekitar 1.500 kilometer dari Perth tersebut.

    MH370 yang membawa 239 orang hilang sejak 8 Maret lalu. Hingga kini belum ada petunjuk berarti mengenai pesawat yang terakhir kali diketahui berada di suatu tempat di selatan Samudera Indonesia tersebut.

    ANINGTIAS JATMIKA | MALAYSIAN INSIDER

    Berita lain:
    Apartemen 23 Lantai Roboh, Kim Jong-un Minta Maaf
    Afrika Barat Sepakat Perang Melawan Boko Haram
    Filipina Tangkap Pakar Bom Militan Abu Sayyaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.