Banjir Serbia Sudah Tewaskan 44 Jiwa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berdiri di teras rumah mereka yang dilanda banjir menunggu untuk dievakuasi di kota Obrenovac, sebelah barat daya dari Belgrade (17/5). Hujan terberat dan banjir selama 120 tahun menerjang Bosnia dan Serbia, menewaskan 20 orang. REUTERS/Marko Djurica

    Orang-orang berdiri di teras rumah mereka yang dilanda banjir menunggu untuk dievakuasi di kota Obrenovac, sebelah barat daya dari Belgrade (17/5). Hujan terberat dan banjir selama 120 tahun menerjang Bosnia dan Serbia, menewaskan 20 orang. REUTERS/Marko Djurica

    TEMPO.COSerbia – Banjir di wilayah Serbia dan Bosnia telah menewaskan sedikitnya 44 orang dan menyebabkan hampir 10.000 orang lebih mengungsi. Bencana di dua negara ini merupakan yang terparah sejak akhir abad ke-19.

    Menurut laporan Time, Senin, 19 Mei 2014, korban tewas sebanyak 27 orang dilaporkan di Bosnia, 16 orang di Serbia, dan satu orang di Kroasia. Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic menyatakan angka korban tewas masih mungkin meningkat mengingat masih banyak lokasi yang belum terjangkau tim penyelamat.

    Akibat banjir ini, beberapa wilayah benar-benar terputus. “Kami telah mengirim tim penyelamat dari daerah bencana. Beberapa kota benar-benar terputus akibat banjir ini,” kata Samo Minic, Wali Kota Samac, Bosnia.

    Ia menuturkan, seorang pekerja bahkan harus menghabiskan waktu selama dua hari untuk mencapai Desa Krupanj, Serbia. Wilayah ini terdampak sangat parah. Warga sampai menggambarkan dampak banjir seperti dampak tsunami dan gempa bumi yang terjadi sekaligus. (Baca: Hujan Terburuk dalam 120 Terakhir Landa Serbia-Bosnia)

    Selain mengakibatkan banjir, curah hujan yang tinggi ini juga menyebabkan tanah longsor. Hal ini membuat pemerintah mengibau warga agar berhati-hati terhadap ranjau darat bekas perang pada tahun 1960-an yang terkubur yang mungkin masih aktif.

    ANINGTIAS JATMIKA | TIME

    Terpopuler

    Apartemen 23 Lantai Roboh, Kim Jong-un Minta Maaf
    Afrika Barat Sepakat Perang Melawan Boko Haram
    Filipina Tangkap Pakar Bom Militan Abu Sayyaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.