Pemilu Menang Mutlak, Narendra Modi Pimpin India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendukung Partai Bharatiya Janata India (BJP),  berpose dengan topeng Narendra Modi Ketua Nasionalis Hindu, di markas partai, New Delhi, India (16/5). Narendra Modi adalah calon perdana menteri yang diusung oleh BJP. REUTERS/Adnan Abidi

    Seorang pendukung Partai Bharatiya Janata India (BJP), berpose dengan topeng Narendra Modi Ketua Nasionalis Hindu, di markas partai, New Delhi, India (16/5). Narendra Modi adalah calon perdana menteri yang diusung oleh BJP. REUTERS/Adnan Abidi

    TEMPO.CONew Delhi - Ribuan orang memenuhi Kota New Delhi, ibu kota India,  menyambut kedatangan pemenang pemilihan umum parlemen, Narendra Modi, 63 tahun, Sabtu, 17 Mei 2014. Kemenangan Bharatiya Janata Party (BPJ), partai yang dipimpin Narendra, merupakan sejarah baru bagi India dalam 25 tahun terakhir.

    BPJ, partai nasionalis India, memenangi pemilihan secara mutlak. Lebih dari itu, Narendra, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator untuk Provinsi Gujarat yang terletak di wilayah barat India, memenuhi janjinya bahwa pemilihan 2014 sebagai tonggak untuk mengakhiri dinasti Jawaharlal Nehru dan Indira Gandhi di parlemen maupun pemerintahan.

    "Ini adalah hasil kerja keras para pekerja. Kemenangan ini milik 4-5 generasi yang bekerja keras sejak 1952," kata Narendra Modi di hadapan ribuan pendukungnya yang menyambutnya sejak menginjakkan kaki di bandara Internasional Indira Gandhi hingga tiba di kantor pusat Partai BJP di Jalan Ashoka.
     
    Sesuai hasil perhitungan suara pada Sabtu, 17 Mei 2014, BPJ meraih 282 kursi. Dengan perolehan suara sebanyak ini, Narendra Modi berhak menjalankan pemerintahan tanpa berkoalisi dengan partai lain. Syarat koalisi menyebutkan, partai meraih kursi kurang dari 272 kursi di parlemen.

    BPJ bertambah kuat di parlemen karena didukung beberapa partai sekutunya yang meraih sepuluh kursi di parlemen. Maka BPJ dan pendukungnya menguasai 337 kursi di parlemen dari 543 kursi di parlemen.

    Kegagalan partai berkuasa, Partai Kongres, yang didirikan dinasti Gandhi sudah diprediksikan. "Saya harapkan segala yang terbaik untuk pemerintahan baru," kata Rahul Gandhi, 43 tahun, pemimpin Partai Kongres, Jumat, 16 Mei 2o14.

    Rahul, cucu mantan Perdana Menteri India, Indira Gandhi, menyatakan bertanggung jawab atas merosotnya dukungan dan suara ke partai yang berjaya di masa Indira Gandhi itu.

    Perdana Menteri India Manmohan Singh mengucapkan selamat dan berharap pemerintahan baru akan sukses. Narendra Modi akan menggantikan posisi Manmohan sebagai perdana menteri. "Saya percaya atas masa depan India. Saya sungguh percaya India maju sebagai kekuatan besar dalam perkembangan ekonomi global," kata Manmohan.

    THE HINDU | REUTERS | MARIA RITA HASUGIAN

    Terpopuler:
    Mengaku Kristen, Perempuan Sudan Ini Digantung
    Iklan Kasur India dengan Model Malala Dikecam
    Di Kamp Ini Kelompok Pro-Rusia Latih Anak Cossack Berperang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.