Dokter Mesir di Arab Saudi Meninggal Akibat MERS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengkuti sosialisasi pencegahan pengendalian penyakit MERS-CoV di Medan, Sumut (9/5). Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut guna memberikan informasi kepada pengurus KBIH dan agen perjalanan tentang cara pencegahan dan pembekalan penanggulangan MERS-Cov. ANTARA /Irsan Mulyadi

    Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengkuti sosialisasi pencegahan pengendalian penyakit MERS-CoV di Medan, Sumut (9/5). Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut guna memberikan informasi kepada pengurus KBIH dan agen perjalanan tentang cara pencegahan dan pembekalan penanggulangan MERS-Cov. ANTARA /Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Riyadh - Virus Middle East respiratory syndrome (MERS) kembali merenggut nyawa. Kali ini, seorang dokter asal Mesir yang tengah menjalankan tugas pelayanan kesehatan di Arab Saudi meninggal akibat terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus itu.

    "Tiga warga Mesir meninggal karena terjangkit MERS coronavirus, salah satunya adalah dokter petugas medis," kata Kedutaan Besar Mesir di Riyadh, Arab Saudi, seperti dilaporkan Reuters, Kamis, 15 Mei 2014.

    Dengan bertambahnya korban, hingga saat ini sudah 16 warga mesir yang terjangkit virus MERS. Kebanyakan dari mereka adalah petugas meidis di berbagai rumah sakit di Arab Saudi.

    Saat ini, terdapat tujuh pasien warga Mesir yang dirawat intensif di rumah sakit Arab Saudi. Adapun enam orang telah dinyatakan sembuh.

    Korban MERS yang meninggal dunia bertambah 10 orang, dan 20 kasus baru ditemukan di Arab Saudi dalam dua hari terakhir. Total jumlah kasus yang ditemukan di negeri itu mencapai 511.

    Berdasarkan pernyataan situs Kementerian Kesehatan Arab Saudi, lima kematian dilaporkan pada Selasa dan lima lagi pada Rabu lalu. Total kematian di Arab Saudi sejak MERS ditemukan pada 2012 mencapai 157 orang.

    Meski jumlah korban terus bertambah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, kasus MERS ini belum perlu dinyatakan sebagai kondisi darurat global. 

    RINDU P HESTYA | REUTERS | MENA

    Berita Lain:
    Sedang Memancing, Bocah 11 Tahun Dimakan Buaya 
    Indonesia Lawan Proteksionisme Eropa lewat Animasi 
    Demo Anti-Cina di Vietnam Telan Korban Jiwa 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.