Korban MERS di Arab Saudi Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengkuti sosialisasi pencegahan pengendalian penyakit MERS-CoV di Medan, Sumut (9/5). Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut guna memberikan informasi kepada pengurus KBIH dan agen perjalanan tentang cara pencegahan dan pembekalan penanggulangan MERS-Cov. ANTARA /Irsan Mulyadi

    Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengkuti sosialisasi pencegahan pengendalian penyakit MERS-CoV di Medan, Sumut (9/5). Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut guna memberikan informasi kepada pengurus KBIH dan agen perjalanan tentang cara pencegahan dan pembekalan penanggulangan MERS-Cov. ANTARA /Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Doha  -  Korban penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang meninggal dunia bertambah 10 orang dan 20 kasus baru ditemukan di Arab Saudi dalam dua hari terakhir. Total jumlah kasus yang ditemukan di negeri itu mencapai 511 orang.

    Berdasarkan pernyataan situs Kementerian Kesehatan Arab Saudi, lima kematian dilaporkan pada Selasa dan lima lagi pada Rabu. Total kematian di Arab Saudi sejak MERS ditemukan pada 2012 mencapai 157 orang.

    Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan meski kekhawatiran atas virus tersebut meningkat secara signifikan, namun belum perlu dinyatakan sebagai kondisi darurat global. (Baca: WHO: MERS Masih Dapat dicegah )

    “Dari 16 kasus yang ditemukan Rabu, dua meninggal dunia. Empat kasus yang diidentifikasi Selasa, satu meninggal,” tulis Kementerian Kesehatan Arab Saudi di situsnya.

    Merebaknya MERS di beberapa belahan dunia mengingatkan orang pada sindrom pernafasan (SARS) yang menewaskan 800 orang di seluruh dunia saat muncul di Cina pada 2002. Sama seperti MERS, hingga kini juga belum ada vaksin SARS atau  pengobatan anti-viral.

    Tingkat infeksi di Arab Saudi meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah wabah besar di rumah-rumah sakit di Jeddah dan Riyadh. Total jumlah penderita hampir dua kali lipat pada April dan hingga pertengahan Mei naik 25 persen.

    Kenaikan itu menuai kekhawatiran terutama menjelang aliran jemaah dari seluruh dunia yang diperkirakan meningkat pada bulan suci Ramadan Juli mendatang. (Baca: MERS, Kementerian Agama Tak Kurangi Jemaah Umrah)

    Menurut WHO, hingga kini di seluruh dunia dipastikan terdapat 571 kasus, termasuk 171 kematian. Jumlah negara bertambah menjadi 18, dengan ditemukannya sebuah kasus baru di Belanda.

    REUTERS | NATALIA SANTI

    Terpopuler

    Plinplan, Anak Syarief Hasan Dimarahi Hakim
    Sepuluh Sinetron Tak Layak Tonton Versi KPI

    Bhatoegana Tersangka, SBY: Tak Hanya Sutan

    Sutan Bhatoegana Tersangka, Ruhut: Kami Sedih

    Anak Menteri Pinjamkan Rp 10 Miliar, OB: Bohong!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.