Wartawan Foto Prancis Tewas di Afrika Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Camille Lepage. (AP Photo/Sylvain Cherkaoui)

    Camille Lepage. (AP Photo/Sylvain Cherkaoui)

    TEMPO.COParis – Seorang wartawan foto asal Prancis ditemukan tewas di Republik Afrika Tengah (CAR). Pernyataan ini dikeluarkan oleh kantor Presiden Prancis Francois Hollande pada Selasa, 13 Mei 2014. Ini merupakan kematian wartawan Barat pertama sejak Prancis mengirim pasukan ke CAR pada Desember lalu.

    Dilaporkan Al Jazeera, Camille Lepage, 26 tahun, merupakan seorang juru foto paruh waktu untuk surat kabar Prancis dan Amerika Serikat. Ia ditemukan tewas di sebuah desa di dekat Kota Bouar.

    Jasadnya ditemukan di dalam mobil yang terhenti setelah didorong oleh pejuang anti-Balaka yang memerangi sisa-sisa pemberontakan muslim yang dikenal dengan nama Seleka.

    "Dia mungkin disergap," kata Hollande kepada wartawan dalam kunjungan ke Georgia. "Kita harus melakukan segalanya untuk mencari tahu mengapa ia berada di wilayah ini, siapa yang menangkapnya, bagaimana dia meninggal, dan memastikan bahwa pembunuh itu tidak dibiarkan begitu saja,” Hollande menegaskan.

    Pasukan Prancis dan Afrika belum berhasil menghentikan kekerasan antar-komunal di Republik Afrika Tengah yang telah merdeka dari Prancis sejak 1960 lalu.

    Dalam wawancara pada Oktober lalu, Lepage yang saat itu berbasis di Sudan Selatan mengatakan ia selalu ingin tinggal di tempat yang tidak ingin dikunjungi orang lain untuk mengungkap konflik di sana.

    Karyanya telah dimuat dalam sejumlah surat kabar besar, seperti Al Jazeera, Wall Street Journal, Washington Post, dan Los Angeles Times. Ia juga telah menjual karyanya kepada surat kabar Prancis, Le Monde dan Liberation.

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA

    Terpopuler

    Rekrut Pengawal Rupawan, Tren Baru Orang Cina
    Paus Fransiskus: Makhluk Mars pun Boleh Dibaptis
    Di Facebook, Perempuan Iran Kampanye Bebas Jilbab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.