Jelang Pilpres, Bandara Kabul Dihujani Roket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul di lapangan udara yang digunakan oleh pasukan Afghanistan dan internasional di Jalalabad, sebelah timur Kabul, Afghanistan, (30/6). Militan meledakkan sebuah bom mobil dan menyerbu masuk ke bandara menyebabkan delapan pemberontak tewas. (AP Photo)

    Asap mengepul di lapangan udara yang digunakan oleh pasukan Afghanistan dan internasional di Jalalabad, sebelah timur Kabul, Afghanistan, (30/6). Militan meledakkan sebuah bom mobil dan menyerbu masuk ke bandara menyebabkan delapan pemberontak tewas. (AP Photo)

    TEMPO.COKabul – Kelompok bersenjata Taliban melancarkan gelombang serangan di beberapa daerah di Afganistan pada Senin, 12 Mei 2014. Targetnya antara lain bandara internasional dan pangkalan militer terbesar milik Amerika Serikat yang berada tak jauh dari Kabul.

    Dilaporkan Reuters, dua buah roket mendarat di luar bandara yang djaga ketat. Untungnya, menurut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri, tidak ada yang terluka akibat serangan ini. Sementara itu, pimpinan koalisi AS menyatakan empat buah roket menghantam pangkalan militer Bagram Airbase. Pun tidak ada korban dalam serangan ini.

    Taliban juga menyerbu sebuah gedung pemerintah di provinsi timur Nangahar. Serangan ini menewaskan dua polisi dan dua pegawai pemerintah. Kepala Polisi Nangahar, Fazel Ahmad Sherzad, mengatakan tiga penyerang tewas.

    Kelompok Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan ini. Mereka memang telah bersumpah menjadikan pasukan Afganistan dan pasukan asing sebagai target serangan. Taliban juga bertekad mengganggu proses pemilu Afganistan yang akan memasuki putaran kedua pada Juni mendatang. (Baca: Pilpres Afganistan, Abdullah Raih Suara Terbanyak)

    Para pemberontak telah bersumpah menggagalkan pemilu putaran pertama pada bulan lalu. Namun, operasi keamanan yang dilakukan pasukan Afganistan telah memastikan seluruh proses berlangsung tanpa insiden besar. (Baca: Pemilu di Afganistan Dihujani Roket dan Tembakan)

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Rekrut Pengawal Rupawan, Tren Baru Orang Cina
    Paus Fransiskus: Makhluk Mars pun Boleh Dibaptis
    Di Facebook, Perempuan Iran Kampanye Bebas Jilbab



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.