Korut Ancam 'Habisi' Pemerintahan Presiden Korsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekpresi pemimpin korea utara Kim Jong Un, dikawal dua pasukannnya saat menyaksian latihan meluncurkan multiple-rocket dari sub unit perempuan di bawah KPA unit 851, Korea Utara (24/4). REUTERS/KCNA

    Ekpresi pemimpin korea utara Kim Jong Un, dikawal dua pasukannnya saat menyaksian latihan meluncurkan multiple-rocket dari sub unit perempuan di bawah KPA unit 851, Korea Utara (24/4). REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Seoul - Korea Utara mengancam akan "menghabisi" pemerintah Korea Selatan. Hal ini dilontarkan Komisi Pertahanan Nasional negara itu setelah seorang pejabat Seoul mengatakan Korut "segera dihapuskan", hal yang dipandang lembaga ini sebagai pernyataan provokatif.

    Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Korea Utara, negara ini akan meluncurkan "serangan habis-habisan tanpa ampun" untuk membinasakan hingga orang terakhir dalam pemerintahan Presiden Park Geun-hye.

    Awalnya, Korut meradang dengan pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, yang mengatakan pada Senin bahwa Korea Utara bukanlah negara yang nyata. Negara ini berdiri hanya untuk kepentingan satu orang saja, merujuk pada pemimpin Korut Kim Jong-un. Dia mengatakan tak ada penghormatan atas hak asasi manusia atau kebebasan publik di negara tetangganya itu.

    Komentar Kim dilontarkan menyusul serangkaian penghinaan oleh Korut terhadap pemimpin Korsel dan Amerika Serikat. Media Korea Utara menyebut Presiden Park dengan sebutan "pelacur tua" dan Presiden Barack Obama dengan sebutan "monyet" dalam pemberitaan baru-baru ini.

    Korsel pada hari yang sama menyatakan pemberitaan itu merupakan bentuk penghinaan terhadap presidennya dan tak dapat ditoleransi. Di lain pihak, Departemen Luar Negeri AS menggambarkan penghinaan rasis terhadap Obama sebagai "sangat menjijikkan".

    Sebelumnya pada Selasa, situs Uriminzokkiri yang dikelola pemerintah Korea Utara memperingatkan bahwa Kim Min-seok akan membayar harga tinggi untuk komentarnya. "Kita tidak akan duduk diam sementara anjing gila ini terus menggonggong dan membuat keributan," tulis media ini.

    AP | INDAH P


    Berita Terpopuler:
    Ikang: Wajar, Rhoma Bermanuver Lewat Fan
    Jadwal Pemadaman Listrik Jakarta Hari Ini
    PKB: Ramadan, Isu Jokowi Nonmuslim Makin Kencang
    Disinggung Masalah HAM, Ini Reaksi Prabowo



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.