Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cemarkan Militer, Thailand Buru Jurnalis Reuters

Keluarga pengungsi Rohinya melihat seorang petugas sensus di pengungsian sementara di Sittwe, Myanmar (2/4). PBB bekerja sama dengan pemerintah Myanmar untuk memberikan pasokan darurat ke kamp Rohingya, tapi itu merupakan solusi jangka pendek. REUTERS/Soe Zeya Tun
Keluarga pengungsi Rohinya melihat seorang petugas sensus di pengungsian sementara di Sittwe, Myanmar (2/4). PBB bekerja sama dengan pemerintah Myanmar untuk memberikan pasokan darurat ke kamp Rohingya, tapi itu merupakan solusi jangka pendek. REUTERS/Soe Zeya Tun
Iklan

TEMPO.COBangkok - Aparat Thailand memburu dua jurnalis Reuters yang dianggap telah mencemarkan nama baik institusi militer negara itu lewat pemberitaan. Polisi akan memanggil keduanya untuk menjalani pemeriksaan. 

Kedua jurnalis itu memberitakan tentang keterlibatan aparat angkatan laut Thailand dalam praktek penyelundupan imigran etnis Rohingya. Pemberitaan itu diganjar penghargaan Pulitzer tahun ini. 

"Jika mereka tidak hadir,kami akan mengeluarkan perintah penangkapan," kata Somkid, polisi yang menangani kasus ini kepada AFP di Phuket, Senin, 12 Mei 2014. Pemberitahuan tentang pemanggilan kedua jurnalis itu juga akan disampaikan ke kantor pusat Reuters. (Baca:SEAPA: Hentikan Intimidasi Media di Thailand)

Seperti diberitakan The Daily Star, Selasa, 13 Mei 2014, kedua jurnalis itu diyakini sudah keluar dari Thailand dan kemungkinan tidak akan hadir memenuhi panggilan polisi untuk diadili. 
 
Reuters menegaskan dalam meliput berita tentang penderitaan etnis Rohingya, kedua jurnalisnya telah melakukan prinsip jurnalisme secara adil dan seimbang.  (Baca:Massa Anti-Yingluck Ultimatum TV Hentikan Siaran)

Tak hanya kedua jurnalis Reuters itu yang dibidik aparat penegak hukum Thailand, ternyata angkatan laut Thailand juga menggugat jurnalis Australia dan jurnalis Thailand yang mengutip laporan Reuters itu. Keduanya dijerat pasal pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Kejahatan Komputer. Untuk kedua dakwaan tersebut, para jurnalis itu terancam dibui selama lebih dari lima tahun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Human Rights Watch mengecam Thailand atas kasus yang menimpa para jurnalis itu sebagai noda hitam bagi negara itu dalam penghormatan kemerdekaan media. Seperti laporan Reporters Without Borders 2014, Thailand menempati posisi 130 dari 180 negara dalam indeks kemerdekaan pers. Posisi ini tertinggi dari 10 negara anggota ASEAN. (Baca:RSF: Finlandia Terbaik, Korea Utara Terburuk)

THE DAILY STAR | MARIA RITA HASUGIAN

Terpopuler:
Mega Bahas Cawapres Jokowi Rabu Besok
Kubu Pro-Jokowi di PPP Keok
Mahasiswa Trisakti: Jangan Lupakan Tragedi Mei

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

18 November 2018

Pesepak bola Timnas Indonesia berlatih menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 melawan Thailand, di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat, 16 November 2018. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Rajamanggala, Bangkok, Thailand, Sabtu, 17 November 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

Timnas Indonesia sekarang fokus pada pertandingan terakhir Piala AFF 2018 melawan Filipina di Jakarta pada 25 November mendatang.


110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

26 Oktober 2017

Suasana saat warga menunggu di tepi jalan di sekitar Grand Palace untuk mengikuti upacara kremasi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, di Bangkok, Thailand, 24 Oktober 2017. AFP PHOTO
110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

Sekitar 110 ribu orang diizinkan memasuki area dekat jenazah Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej yang akan dikremasi hari ini.


Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

30 Agustus 2017

Thaksin Shinawatra. Guardian.co.uk
Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

Thaksin Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand meng-tweet ucapan Montesquieu tentang tirani untuk mengkritik junta militer.


Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

27 Agustus 2017

Mantan PM Thailand, Yingluck Shinawatra, tersenyum saat menerima media asing di rumahnya di Bangkok, Thailand, 12 Februari 2016. Menurut pengamat, Yingluck dan keluarga Shinawatra akan terlibat pada kampanye Pemilu 2017.  REUTERS/Jorge Silva
Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

Yingluck Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand, terbang ke Singapura lalu ke Dubai, negara tempat Thaksin, abangnya tinggal sebagai eksil.


Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

11 Agustus 2017

Kimlun Jinakul (91) meraih gelar sarjana ekologi manusia di Sukhothai Thammathirat Open University dari Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun. AP Photo
Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

Kimlan Jinakul, nenek asal Thailand meraih gelar sarjana ekologi dari Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat


UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

20 Juli 2017

Raja baru Thailand, Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun berbicara setelah mendapat undangan dari parlemen untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai raja di Bangkok Dusit Palace, Thailand, 1 Desember 2016. Thailand Royal Household Bureau/Handout via REUTERS.
UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

Raja Thailand kini menguasai penuh warisan kerajaan itu, menyusul pemerintah mengesahkan sebuah undang-undang baru.


Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

11 Juni 2017

Pusat Kerajaan Thailand/TEMPO/Nico J Tampi
Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

Wichai, 34 tahun, asal Thailand, harus menjalani hukuman 35 tahun karena unggahannya di Facebook dianggap menghina keluarga Kerajaan Thailand.


Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

16 Mei 2017

Sebuah video menunjukkan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn tengah berjalan bersama seorang wanita. twitter.com
Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

Pemerintah Kerajaan Thailand mengancam akan mengadili Facebook jika tidak menghapus video yang menampilkan tubuh bertato Raja Maha Vajiralongkorn


FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

11 Mei 2017

Sebuah video menunjukkan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn tengah berjalan bersama seorang wanita. twitter.com
FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

FB memblokir video yang menunjukkan Raja Thailand, Vajiralongkorn, berseliweran di pusat belanjadengan mengenakan kaus dan tubuh bertato.


Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

28 April 2017

Sodahead.com
Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

Seorang dukun di wilayah Chieng Mai, Thailand, tewas setelah ia sengaja menikam jantungnya sendiri karena menganggap dirinya kebal.