SEAPA: Hentikan Intimidasi Media di Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran anti-pemerintah membawa bendera nasional dan melewati barisan polisi anti huru-hara dan tentara menjaga National Broadcasting Thailand (NBT) saat unjuk rasa di Bangkok, Thailand (9/5). (AP/Apichart Weerawong)

    Demonstran anti-pemerintah membawa bendera nasional dan melewati barisan polisi anti huru-hara dan tentara menjaga National Broadcasting Thailand (NBT) saat unjuk rasa di Bangkok, Thailand (9/5). (AP/Apichart Weerawong)

    TEMPO.CO, Bangkok - Aliansi Pers Asia Tenggara (Southeast Asian Press Alliance-SEAPA) memprotes keras ancaman terhadap media yang dilakukan oleh kelompok massa yang tergabung dalam Komisi Reformasi Rakyat Demokrat (PDRC) dan Pusat Administrasi Perdamaian dan Peraturan (CAPO).

    Tindakan PDRC dan Capo terhadap sejumlah media televisi dan radio di Thailand, menurut SEAPA, merupakan pelanggaran besar terhadap Konstitusi Thailand yang menjamin kemerdekaan dan kebebasan warganya.

    "Menyatakan larangan ikut campur atau mengurangi kebebasan dengan segala cara terhadap surat kabar atau bisnis media lainnya yang menyajikan informasi atau menyatakan pendapat," SEAPA menegaskan dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Tempo, Senin, 12 Mei 2014. (Baca: Massa Anti-Yingluck Ultimatum TV Hentikan Siaran)

    Selain itu, kedua kelompok pendukung jatuhnya Yingluck Shinawatra dari jabatannya sebagai perdana menteri dianggap telah melanggar hak masyarakat untuk mengakses informasi selama krisis politik memanas. SEAPA menegaskan bahwa mendapatkan informasi adalah hak publik.

    Dalam aksi demo kelompok massa PDRC, akhir pekan lalu, mereka mengancam dan mendesak lima televisi pemerintah untuk berhenti menyiarkan informasi yang bersumber dari lembaga pemerintah. Kelompok anti-pemerintah Yingluck Shinawatra ini memaksa kelima televisi itu hanya menyiarkan aktivitas PDRC. Sedangkan CAPO memaksa lima stasiun radio agar menyiarkan kegiatan PDRC dan secara rutin melaporkan aktivitas mereka. (Baca: Demonstran Thailand Tolak PM dari Kabinet Yingluck)

    Tak hanya mengancam media, para penjaga PDRC juga menyerang bahkan berusaha menculik jurnalis freelance asal Jerman, Nick Nostitz, saat berada di depan gedung pengadilan konstitusi. Para pemrotes PDRC menuduhnya sebagai jurnalis kelompok Kaus Merah.   

    Untuk itu SEAPA bersama Asosiasi Jurnalis Radio Thailand dan Asosiasi Jurnalis Thailand menyerukan kepada semua gerakan politik berhenti menggunakan cara-cara tidak demokratis untuk mengintimidasi media. (Baca: Oposisi Thailand Bentuk Pemerintahan Sementara)


    MARIA RITA HASUGIAN

    Terpopuler:
    Gemar Pakai Gaun, Bocah Pria ini Dilarang Sekolah
    53 Pelajar Melarikan Diri dari Markas Boko Haram
    Daftar Kekejaman Boko Haram  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.