Museum Inggris Luncurkan Database Perang Dunia I  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita dikejar oleh sekelompok orang Anti-NAZI untuk diinterogasi di Denmark, 1945. Setelah perang dunia ke-2 usai, di Denmark bermunculan kelompok anti-NAZI. (dailymail.co.uk)

    Seorang wanita dikejar oleh sekelompok orang Anti-NAZI untuk diinterogasi di Denmark, 1945. Setelah perang dunia ke-2 usai, di Denmark bermunculan kelompok anti-NAZI. (dailymail.co.uk)

    TEMPO.CO, London - Untuk memperingati 100 tahun Perang Dunia I, Imperial War Museum di Inggris berencana meluncurkan database online untuk mengingat jutaan pria dan wanita yang terlibat dalam peperangan yang terjadi pada 28 Juli 1914 hingga 11 November 1928 itu.

    Situs proyek yang diluncurkan Senin, 12 Mei 2014, tersebut sejauh ini telah memuat 4,5 juta catatan untuk orang-orang dan tentara Inggris, termasuk yang di luar negeri. Data-data ini dikumpulkan dari semua sumber, juga dari arsip yang dimiliki oleh pihak keluarga.

    Namun masih banyak halaman yang informasinya sangat sedikit, bahkan beberapa di antaranya hanya nama dan foto. Pihak museum akhirnya berencana untuk mengajak masyarakat terlibat dalam proyek ini.

    "Semua orang dapat berkontribusi untuk 'Lives of the First World War'. Mereka bisa menyumbang data dari Internet, mengunggah gambar dari foto album keluarga, berbagi cerita secara turun-temurun, atau menghubungkan catatan resmi selama keluarga mereka menjalani perang," kata Luke Smith, kepala proyek, seperti dilaporkan oleh Fox News, Sabtu, 11 Mei 2104.

    Smit menjelaskan situs ini akan menjadi database untuk sumber yang juga terkait dengan berita di Facebook dan Wikipedia.

    Museum menyatakan pihaknya akan terus menambah lebih dari jutaan catatan selama beberapa bulan ke depan. Museum juga mengajak keluarga pasukan yang ada di Kanada, Australia, Selandia Baru, dan India untuk merealisasikan proyek ini menjadi lebih besar. 

    RINDU P HESTYA | FOX NEWS

    Berita Lain:

    Ikuti Crimea, Dua Wilayah Ukraina Gelar Referendum 
    Indonesia-Myanmar Sepakat Bebas Visa Paspor Biasa 
    Prancis Gelar Diskusi Internasional Boko Haram 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.