Arab Saudi Peringatkan Bahaya Unta Terkait MERS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para jemaah umroh menggunakan masker agar tidak terkena Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (9/5). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para jemaah umroh menggunakan masker agar tidak terkena Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (9/5). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Riyadh - Penyebaran Middle East respiratory syndrome (MERS) di Arab Saudi sudah hampir 500 kasus dan sejumlah orang meninggal. Untuk menekan penyebaran lebih banyak, pemerintah Arab Saudi mengimbau agar orang-orang melindungi dirinya dengan masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan unta.

    "Para ahli kesehatan yakin unta adalah sumber hewani yang paling mungkin untuk terinfeksi penyakit," kata Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Ahad, 11 Mei 2014, seperti dilaporkan Reuters.

    Departemen Pertanian Arab Saudi juga menyarankan agar mengurangi kontak dengan unta untuk beberapa waktu ke depan.

    "Jika benar-benar harus memegang unta, cuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi serta memakai masker wajah. Dianjurkan juga untuk menggunakan sarung tangan, terutama ketika berhadapan dengan unta yang melahirkan, sakit, atau meninggal," kata departemen tersebut.

    Ini adalah peringatan pertama yang dikeluarkan pemerintah setelah kasus pertama terlacak dua tahun lalu berpotensi fatal. Sekitar sepertiga dari 483 kasus MERS yang ditemukan di Arab Saudi telah meninggal.

    Meskipun sudah mengeluarkan imbauan, ternyata masih sedikit peternak dan penjual unta yang melakukannya. Menurut laporan, hanya satu dari puluhan orang yang telah menggunakan masker. Hingga pekan ini, pemerintah juga belum melakukan kunjungan langsung terkait imbauan tersebut. 

    RINDU P HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Marinir AS Temukan Lokasi Persembunyian Boko Haram
    Ini Kisah Pelajar yang Selamat dari Boko Haram
    Cina Berencana Bangun Jalur Kereta Bawah Air ke AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.